Duet Kiai Salim-Supandi Pimpin PCNU Lamongan 2018-2023

RAIS SYURIYAH: KH Salim Azhar (kiri) usai terpilih sebagai rais syuriyah PCNU Kabupaten Lamongan lewat Konfercab, Rabu (10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
RAIS SYURIYAH: KH Salim Azhar (kiri) usai terpilih sebagai rais syuriyah PCNU Kabupaten Lamongan lewat Konfercab, Rabu (10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Duet KH Salim Azhar-Dr H Supandi terpilih menjadi pemimpin baru Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan periode 2018-2023 lewat Konferensi Cabang (Konfercab) XIII di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Murni Sunan Drajat, Lamongan, Rabu (10/10).

Kiai Salim, pengasuh Ponpes Raudlatut Thullab, Sendangduwur, Paciran, Lamongan terpilih sebagai rais syuriyah melalui sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA).

Kelima orang anggota AHWA terpilih, yakni KH Salim Azhar (Paciran), Kiai Said Khumaidi (Karangbinangun), Kiai Abdul Jalil (Mantup), KH Abdullah Shiddiq (Glagah), dan Gus Maksum Lutfillah (Lamongan) secara musyawarah mufakat memilih Kiai Salim.

• Baca: Konfercab PCNU Lamongan, Kiai Marzuki Cium Merah Putih

Setelah Kiai Salim terpilih sebagai rais syuriyah, tahapan selanjutnya yakni menentukan ketua tanfidziyah. Muncul empat nama calon yang mendapatkan persetujuan dari rais syuriyah terpilih.

Pada proses pemilihan ketua tanfidziyah yang dipimpin KH Ahsanul Haq dari PWNU Jatim tersebut, terpilihlah Supandi.

Supandi, memperoleh 208 suara sedangkan calon lainnya, KH Bi’in Abdussalam memperoleh 122 suara, H Mulyono memperoleh 2 suara dan H Maksum mendapat 1 suara.

Kesediaan Berkhidmat

KETUA TANFIDZIYAH: Hasil pemilihan ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Lamongan lewat Konfercab, Rabu (10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KETUA TANFIDZIYAH: Hasil pemilihan ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Lamongan lewat Konfercab, Rabu (10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Usai terpilih, keduanya menyatakan kesediaannya berkhidmat terhadap jamiyah NU dan ulama untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya akan berpegang teguh dan amanah yang diputuskan dalam konfrensi ini hingga akhir masa khidmat 2023 dan menjalankan khitthah NU,” kata Kiai Salim.

• Baca: Darurat Bencana, PWNU Gelar Istighotsah Kubro di Hari Santri

Sementara Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar berpesan agar duet Kiai Salim-Supandi bisa membangun NU di Lamongan menjadi kokoh. Baik dari sektor pendidikan, ekonomi dan sektor lainnya seperti pemberdayaan masyarakat bawah.

“Pengurus PCNU Lamongan yang baru harus membina dan melakukan pendampingan terhadap MWC yang masih lemah. Insyaallah nanti PWNU juga akan ikut turun mendampingi,” pesan Kiai Marzuki.