Dua Jam di Masjid Ampel, Ini Isi Ceramah Habib Rizieq

ZIARAH: Sebelum melakukan ceramah, Habib Rizieq yang dikawal ratusan laskar FPI berziarah di Makam Sunan Ampel, Selasa (11/4). | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kedatangannya sempat ditolak, Imam Besar Front Pembela Islama (FPI), Habib Rizieq Shihab bergeming. Dia tetap hadir pada pengajian yang digelar di Masjid Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/2) malam, untuk memberi taushiyah.

Selama kurang lebih dua jam, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, berceramah di Masjid Agung Sunan Ampel, Habib Rizieq mengajak jamaah FPI agar terus mengobarkan semangat jihad membela Islam.

Dia juga mengajak jamaahnya berjihad melawan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dinilainya kembali bercokol di tanah air.

“Pengajian dilarang. Kalau mereka umat Islam tidak akan pernah melarang pengajian. Yang melarang pengajian?” kata Habib Rizieq yang dijawab kor ribuan jamaahnya: PKI!

Sindiran Habib Rizieq yang berapi-api itu seolah ditujukan bagi demonstran yang pada hari Jumat dan Senin kemarin menggelar aksi penolakan kedatangannya. Namun, pengajian bertema: Merajut Ukhuwah Menegakkan Syariah dalam Bingkai NKRI ini berlangsung lancar.

“Yang membunuh tujuh jenderal dan dikubur di lubang buaya adalah PKI, yang membakar pesantren, yang membantai para ulama adalah PKI. Maka tak ada orang ahlussunah wal jamaah, orang NU yang menentang pengajian. Orang Islam tak akan memusuhi ulama, tak akan melarang pengajian, karena yang melarang itu PKI,” sambungnya lagi.

Selain membahas isu ancaman PKI di Indonesia, dalam ceramahnya, meski tak menyinggung penundaan sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Habib Rizieq terus mengobarkan semangat melawan penista agama.

“Orang Islam tak akan memusuhi ulama, tak akan melarang pengajian, karena yang melarang itu PKI.”

Dia juga menyinggung beberapa aksi di Jakarta yang menuntut Ahok segera ditahan. Bahkan mengajak seluruh ulama dan seluruh umat Islam kembali bersatu memperjuangkan Islam.

Dia tidak sepakat jika ada umat Islam yang takut dengan kematian dalam memperjuangkan agama. Baginya, mati dalam jihad adalah sahid.

“Ulama, umaro, habaib, pejabat, jenderal pasti mati. Semua pasti mati. Jadi tidak perlu takut dengan kematian. Tidak perlu ilmu kebal untuk berjihad. Ingin sahid tak perlu ilmu kebal,” katanya disambut pekik takbir jamaah.

Habib Rizieq juga menolak kedatangan kaum asing dan aseng yang ingin menguasai kekayaan bumi nusantara. Sebab, menurutnya, masih banyak anak-anak bangsa yang butuh pekerjaan.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang butuh pekerjaan, kenapa kaum asing dan aseng harus diberi izin masuk ke Indonesia? Takbir!” teriaknya.

Persaudaraan Umat Islam
Tak berhenti di situ, Habib Rizieq juga mengajak umat Islam tetap menjaga persaudaraan untuk memperkuat tegaknya NKRI. Sebab, persatuan dan persaudaraan umat Islam dalam menegakkan agama sangat penting.

“Persatuan dan persaudaraan adalah sumber pertolongan. Jika bersatu tidak akan ada musuh yang bisa menghadang,” tegasnya.

Dia menyontohkan aksi 212 yang digembosi berbagai macam cara. Bahkan dikacaukan dengan informasi tidak benar hingga isu makar.

• Baca: Soekarwo Akui di Jatim Masih Terdapat Kelompok Radikal

“Kiai didatangi, diancam untuk di-sniper (tembak jitu), tapi ulama tetap bersatu dan provokasi gagal menggembosi ulama. Ulama seharusnya dilindungi dan dirangkul, tidak ditakut takuti dan tidak dituduh makar,” tandasnya.

Sebelum memberi ceramahnya yang heroik dengan kalimat-kalimat takbir, Habib Rizieq yang dikawal ratusan laskar FPI berziarah di Makam Sunan Ampel.

15 menit memanjatkan doa, dia dan rombongannya masuk ke dalam masjid untuk memulai dakwahnya yang disambut pekik takbir. “Allahu Akbar! Allahu Akbar, bela Islam!” gemuruh jamaah di dalam masjid.