Dorong Percepatan AKD, Pakde Terima Penghargaan dari Pusat

PENGHARGAAN: Gubernur Soekarwo mendapat penghargaan yang diserahkan Presiden Jokowi, Jumat (13/1).

JAKARTA, Barometerjatim.com – Satu lagi penghargaan dari pemerintah pusat diterima Gubernur Jatim, Soekarwo. Kali ini penghargaan sebagai tokoh/gubernur inspiratif penggerak Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Teladan Nasional 1 dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jumat (13/1).

Penghargaan tersebut diberikan karena Pakde Karwo — sapaan akrabnya — dinilai berhasil dalam mendorong percepatan AKD di Jatim, sehingga terwujudnya perekonomian yang bagus dan inklusif di Jawa Timur.

Hal itu terlihat, di antaranya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selama ini selalu di atas rata-rata nasional. Pada 2015 lalu, misalnya, pertumbuhan ekonomi Jatim 5,44 persen sedangkan nasional 4,79 persen.

Inklusifitas keuangan Jawa Timur juga terlihat dari berbagai program yang dibuat Pakde Karwo dengan membangun berbagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) melalui pemberian hibah modal Rp 50 juta.

Pembiayaan pembangunan untuk UMKM, melalui akses bank atau banking system tersebut membuat masyarakat yang awalnya tidak terakses bank dan lembaga keuangan menjadi aksesible.

Saat ini bahkan tercatat berdiri 8.506 koperasi wanita dan ribuan koperasi pondok pesantren, koperasi karyawan, koperasi berbasis fungional seperti koperasi gereja, koperasi Muslimat NU dan lembaga lainnya.

Demikian pula PDRB Jawa Timur selalu menjadi terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Pada 2015, tercatat sebesar Rp 1,689 triliun dan pada 2016 menjadi lebih dari Rp 1,800 triliun.

“Lending perbankan rata-rata Rp 480 triliun/tahun di Jatim, tetapi hanya dialokasikan 2,76 persen ke petani,” ujarnya. Karena itu, Pemprov Jatim menyikapinya dengan mengucurkan pembiayaan untuk kredit tani dengan bunga 6 persen.

Demikian pula kendala akses kecil UMKM terhadap perbankan, sementara sumbangannya terhadap PDRB sebesar 54,98% dilakukan pemecahannya melalui pendirian PT Jamkrida, sehingga usaha-usaha kecil yang tidak bankable menjadi feasible.