Dorong Pemuda Bertani, HKTI Bentuk Taruna Tani

SIAPKAN PEMUDA PETANI: Ahmad Nawardi (tiga dari kiri), HKTI Jatim siap mendidik siswa sekolah menengah agar tertarik untuk menjadi petani. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur mendorong pemuda untuk berprofesi sebagai petani. Salah satu cara yang dikembangkan yakni lewat pembentukan Taruna Tani. Kelompok ini akan mendidik siswa sekolah menengah agar tertarik untuk menjadi petani.

Ketua HKTI Jatim, Ahmad Nawardi mengakui saat ini banyak pemuda, terutama lulusan sekolah menengah tidak tertarik menggeluti pertanian. Mereka lebih memilih bekerja di pabrik atau perusahaan dibandingkan bertani.

“Kami siap menyekolahkan siswa lulusan sekolah menengah untuk menimba ilmu di perguruan tinggi khusus bidang pertanian. Syaratnya, ketika lulus harus bersedia bergerak mengembangkan sektor pertanian,” katanya di sela acara pameran produk pertanian yang digelar HKTI di Grand City.

• Baca: Siapkan Rp 125 M, HKTI Jatim Bangun 25 Ribu RPK

Menurutnya, setiap tahun puluhan ribu hektar tanah subur di wilayah Jatim beralih fungsi menjadi pabrik, perumahan atau jalan tol. Kondisi ini dikarenakan para pemilik lahan sudah tidak mau repot bercocok tanam, salah satunya disebabkan faktor usia.

Terlebih tawaran yang diberikan perusahaan dan pengembang perumahan, jauh lebih menggiurkan dibanding hasil panen yang mereka dapat.

“Pemerintah harus dapat mencegah agar petani tidak menjual lahannya. Jangan sampai mereka dari petani menjadi buruh tani,” terang pria yang juga anggota DPD RI itu.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di Jatim turun 0,15%. Kondisi ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibanding penurunan indeks harga yang dibayar petani.

Penurunan pada sub sektor tanaman pangan sebesar 0,85% dari 97,40 menjadi 96,57. Hortikultura sebesar 0,13% dari 101,70 menjadi 101,57. Sedangkan sub sektor yang naik yakni  peternakan sebesar 0,39% dari 108,34 menjadi 108,76. Diikuti perkebunan 0,23% dari 98,74 menjadi 98,97.

• Baca: Anas: Sektor MICE Jatim Bisa Lebihi Bali, Asal..

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf menambahkan, tahun ini Jatim masih menghadapi tantangan di sektor pertanian. Di antarnya alih fungsi lahan pertanian sekitar 1.100 hektar per tahun.

Meski demikian, pihaknya tetap mendorong agar kontribusi sektor pertanian terhadap produk  domestik regional bruto (PDRB) bisa naik. Saat ini, kontribusi sektor ini hanya 14,18% dari pertumbuhan ekonomi. Diharapkan bisa naik menjadi  17%.

“Pameran yang digelar HKTI ini kami harapkan bisa memajukan sektor pertanian dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim bisa lebih tinggi,” katanya.