Diusik Isu Munaslub Tandingan, Ketua IPHI: Itu Liar!

MUNASLUB IPHI DI SURABAYA: Rakhmat Santoso (dari dari kiri) terpilih sebagai ketua DPP IPHI lewat Munaslub di Surabaya, 14-16 Agustus lalu. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MUNASLUB IPHI DI SURABAYA: Rakhmat Santoso (dua dari kiri) terpilih sebagai ketua DPP IPHI lewat Munaslub di Surabaya, 14-16 Agustus lalu. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) telah menggelar Munaslub di Surabaya, 14-16 Agustus lalu. Namun kepemimpinan Rakhmat Santoso diusik isu Munaslub tandingan di Jakarta, 7-9 September mendatang.

“Munaslub Surabaya menindaklanjuti hasil yang telah disepakati dari Rapimnas di Lampung sebelumnya. Jadi apabila ada Munaslub IPHI lagi, diduga itu liar!” kata Rakhmat saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (5/9).

Menurut Rakhmat, isu Munaslub di Jakarta tersebut diduga sebagai upaya memecah belah persatuan IPHI. Karena itu dia meminta seluruh anggotanya untuk merapatkan barisan.

• Baca: Diketuai ‘Energi Milenial’, IPHI Diharapkan Kembali Besar

“Yang mengadakan Munaslub Jakarta mengaku sebagai orang yang menerima mandat dari pendiri untuk menggelar Munaslub. Padahal dalam AD/ART tidak ada satu huruf pun yang menyebut istilah pendiri,” paparnya.

Sebaliknya, kata Rakhmat, Munaslub Surabaya telah menghasilkan susunan pengurus yang sah sesuai kesepakatan DPD IPHI yang hadir.

“Untuk itu diimbau kepada seluruh anggota IPHI untuk buka mata, buka hati, teliti secara hukum sebelum melanjutkan langkah. Mari besarkan IPHI, jaga persatuan dan jaga kekompakan,” tandasnya.