Disebut Tak Ber-KTA PDIP, Kakak Whisnu Sakti Bantah Hasto!

BUKTI KADER PDIP: KTA PDIP atas nama Jagad Hariseno, bantah pernyataan Hasto Kristiyanto. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKTI KADER PDIP: KTA PDIP atas nama Jagad Hariseno, bantah pernyataan Hasto Kristiyanto. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hariseno membantah pernyataan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang menyebut dirinya tak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai berlambang kepala banteng tersebut.

“Bahwa statemen Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tentang tidak adanya KTA atas nama Jagad Hariseno, tidak benar!” bantah pria yang akrab disapa Seno itu kepada Barometerjatim.com sambil menunjukkan KTA PDIP bertanda tangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri, Senin (16/11/2020).

Seno menuturkan, dirinya sudah ber-KTA resmi sebagai kader PDIP pada 1990 atau sejak era Ketua DPC PDIP Surabaya, Saleh Ismail Mukadar.

“Perpanjangan KTA sebanyak tiga kali dengan tanggal penerbitan terakhir pada 19 Oktober 2017,” tandas putra mendiang tokoh PDIP, Soetjipto Soedjono itu.

Sebelumnya, usai menghadiri rapat konsolidasi PDIP Surabaya di Grand Mercure Surabaya City Hotel, Minggu (15/11/2020), Hasto menegaskan tak ada kader partainya yang membelot terkait dukungan di Pilwali Surabaya 2020.

“Tidak ada kader partai yang membelot! Kalau ada yang membelot, langsung kami pecat. Kalau ada anggota partai yang memberikan dukungan kepada pihak lain, kami langsung memberikan sanksi pemecatan,” tandas Hasto.

Bagaimana dengan Seno yang lebih memilih mendukung Machfud Arifin-Mujiaman, apa dia bukan kader partai? “Tidak ada KTA (Kartu Tanda Anggota). Tapi Mas Whisnu kan sudah menyampaikan, bagaimana beliau juga akan ikut memimpin gerakan door to door,” ujarnya.

“Dan kita tahu Mas Whisnu adalah Wakil Ketua DPD PDIP Jatim bidang Organisasi, sebuah tugas yang sangatpenting dan strategis bagi kemajuan PDI Perjuangan di Jatim,” imbuh Hasto.

Ya, meski kakaknya memilih menyeberang ke Machfud-Mujiaman, Whisnu tetap mengobarkan semangat perang untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP, Eri Cahyadi-Armuji.

“Dalam sebuah pertempuran, saat genderang perang ditabuh, kita harus berangkat ke medan perang dengan keyakinan menang. Urusan keluarga kita selesaikan setelah perang!” tegas Whisnu.

Begitu pula menanggapi langkah Banteng Ketaton yang juga merapat ke Machfud-Mujiaman. “Lho ya, kan sama! Masalah dalam rumah tangga, saat genderang perang ditabuh, berangkat ke medan perang, pulang dengan kemenangan, baru kita selesaikan urusan di dalam rumah,” ujarnya.

KTA PDIP: Sisi belakang KTA PDIP atas nama Jagad Hariseno bertanda tangan Ketum Megawati. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KTA PDIP: Sisi belakang KTA PDIP atas nama Jagad Hariseno bertanda tangan Ketum Megawati. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya