Dirut PT PJU Meninggal akibat Covid-19, Gus Hans: Bukan Aib!

BUKAN AIB: Gus Has, orang yang meninggal dunia akibat Corona bukanlah aib. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUKAN AIB: Gus Hans, orang yang meninggal dunia akibat Corona bukanlah aib. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asuma alias Gus Hans menegaskan siapapun yang meninggal dunia akibat virus Corona (Covid-19) bukanlah aib. Justru menunjukkan kalau pandemi ini persoalan besar.

“Oh bukan (aib). Tidak boleh (ditutup-tutupi), harus disampaikan kepada pubik ini kenapa. Karena untuk menunjukan kepada publik bahwa ini masalah besar,” kata Gus Hans di Surabaya, Minggu (28/6/2020).

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama (Dirut) PT Petrogas Jatim Utama (PJU), salah satu BUMD milik Pemprov Jatim, Mochamad Abdul Wachid alias Gus Wachid meninggal dunia akibat Covid-19. Hal itu diungkap keponakannya, Abdul Hadi Wijaya alias Gus Ahad.

Gus Hans pun menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Gus Wahid yang juga wakil sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut.

“Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu pejabat teras di dalam BUMD Jatim,” kata kiai muda pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian semuanya, bahwa Covid-19 ini tidak mengenal siapapun. Perlu kerja keras, perlu kerja bersaa-sama untuk menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.

Tak hanya Gus Hans, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat halal bi halal virtual bersama 60 ribu ASN dan jajaran BUMD Pemprov Jatim, Selasa (23/6/2020) juga menyatakan tak ada yang tabu atau aib di dalam Covid-19.

Karena itu, jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim yang reaktif setelah di-rapid test tak perlu malu.

“Jadi ndak usah khawatir kalau rapid test (hasilnya) reaktif, malu. Apanya yang malu? Tidak ada yang tabu, tidak ada aib di dalam Covid-19,” tandas Khofifah.

Konsen Penurunan Kurva

Sementara ditanya terkait kasus Corona di Jatim yang semakin tinggi, per 28 Juni 2020 sebanyak 11.482 kasus (sembuh 3.891, dirawat 6.524, dan meninggal 866), Gus Hans menyarankan sebaiknya konsentrasi pada penurunan kurva.

“Saya melihat, seperti yang sering saya katakan, jumlah positif itu bukan berarti menunjukkan kegagalan, tapi memang betul pemerintah sedang bekerja. Dari hasil pekerjaan itu kan menunjukkan kondisi yang nyata sekarang,” katanya.

“Nah saya melihat, kondisi kenyataan yang sekarang ini belum siap sebenarnya untuk dilakukan new normal, belum siap berdasarkan dari kurva yang ada,” tandasnya.

Soal deadline dua minggu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Jatim bisa mengendalikan Corona, bisakah?

“Tergantung kerja sama yang baik antara Pemprov, Pemkab, dan Pemkot. Itu bisa saja (Corona terkendali), kalau misalnya terjalin komunikasi yang baik,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona