Di Nganjuk, LMDH Mataraman Deklarasi Dukung Khofifah-Emil

DUKUNGAN DARI MATARAMAN: LMDH se-Mataraman mendeklarasikan dukungan untuk Khofifah-Emil Dardak di Nganjuk, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DUKUNGAN DARI MATARAMAN: LMDH se-Mataraman mendeklarasikan dukungan untuk Khofifah-Emil Dardak di Nganjuk, Sabtu (9/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

NGANJUK, Barometerjatim.com – Usai Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Tapal Kuda dan Madura, kini giliran LMDH Mataraman mendeklarasikan dukungan untuk Khofifah-Emil Dardak di Nganjuk yang dihadiri ribuan orang, Sabtu (9/6).

Dalam deklarasi, Ketua Harian LMDH Jatim, Adyana menyebut hanya Khofifah-Emil yang pantas memimpin Jatim, karena tidak mengobral janji melainkan berani menandatangani pakta integritas dengan LMDH. Apalagi Emil satu-satunya wakil dari Mataraman.

Adyana menambahkan, dengan mendukung dan siap memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim, hal itu menandakan masyarakat desa hutan Mataraman salah satu bagian dari pemilih cerdas.

• Baca: 3000 Buruh Sidoarjo dalam Satu Pilihan: Khofifah-Emil

“Karena memilih pemimpin yang pintar, dan tahu betul apa yang harus diperbuat untuk memajukan Jatim,” katanya.

Sementara Emil Dardak menuturkan, masyarakat desa hutan harus didorong agar berdaya saing secara ekonomi. Sebab, dalam beberapa hal mereka belum terlalu diperhatikan.

Dia mencontohkan soal tanaman pangan, faktanya mereka belum mendapatkan akses terhadap pupuk bersubsidi dan itu akan memberatkan. Padahal pangan menjadi kebutuhan untuk menjaga kedaulatan pangan.

“Kita harus memberikan perhatian kepada petani hutan dalam hal akses pembinaan kelompok-kelompok petani hutan, akses terhadap sarana produksi pertanian dan ini yang perlu kita dorong,” paparnya.

• Baca: 2 Juta Suara Barikade Gus Dur Siap Mengalir ke Khofifah-Emil

Selain itu, kata Emil, banyak tanaman eksotis yang bisa ditanam. Apalagi mereka punya unggulan komparatif karena berada di lokasi hutan, seperti halnya porang, nilam dan beberapa lainnya.

“Tentu, kita juga perlu mengembangkan teknologinya dan memetakan sentra-sentra teknologi yang ada di wilayah hutan ini, sehingga adaptasi dan adopsi teknologi terhadap lingkungan sekitar bisa berlangsung dengan baik,” jelasnya.

Satu lagi yang tak boleh dilupakan, “Perlu dipikirkan juga kesejahteraan mereka, baik dari sisi akses jaminan kesehatan, maupun pendidikan untuk keluarganya,” tegas Emil.