Desa di Lamongan Lockdown Gara-gara Klaster Hajatan

KLASTER HAJATAN: Abdullah Wasian, warga desa di Lamongan terpapar Covid-19 dari klaster hajatan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KLASTER HAJATAN: Abdullah Wasian, warga desa di Lamongan terpapar Covid-19 dari klaster hajatan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Ini pelajaran sekaligus peringatan keras bagi warga — terutama pejabat — yang menggelar hajatan apapun, entah mantenan atau ulang tahun, di masa pandemi Covid-19. Jika abai protokol kesehatan (prokes) akibatnya bisa fatal!

Di Kabupaten Lamongan, Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, harus memberlakukan lockdown gara-gara 36 warganya diterjang Covid-19. Bahkan dalam sepekan terakhir, terdapat 5 warga meninggal dunia secara berturut-turut akibat tertular dari klaster hajatan.

“Ada anggota keluarga ini yang hajatan di Bojonegoro, ada sekitar delapan (mobil) elf,” terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, Abdullah Wasian saat dikonfirmasi Barometerjatim.com, Jumat (4/6/2021).

“Kemudian ada juga yang hajatan di Sidoarjo, dan kasus ini muncul sekitar tiga hari setelah selesai hajatan di desa tersebut,” sambungnya.

Ke-36 warga Desa Sidodowo yang terpapar Covid-19 tersebut, terang Wasian, berdasarkan hasil tracing maupun pemeriksaan di rumah sakit atau klinik.

“Ada 36 yang dinyatakan positif. 9 positif (hasil tes) PCR, yang 27 positif rapid test antigen. Dari 27 ini, 20 di antaranya ditemukan saat tracing,” kata Wasian.

“Yang meninggal dikabarkan ada 4 orang, 2 positif PCR, yang 2 belum diketahui karena sudah meninggal sebelum kasus ini mencuat atau muncul saat tracing,” sambungnya.

Jumlah yang diisolasi? “Sementara ini untuk yang PCR ngamar di rumah sakit ada 7, yang dari rapid antigen ada 3 meninggal, kemudian 23 isolasi mandiri, dan 1 dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Wasian berharap, masyarakat tetap melakukan prokes untuk memutus penyebaran Covid-19, di samping Dinkes juga sudah bekerja sama dengan lintas sektor untuk membatasi aktivitas warga.

“Kita juga melakukan fogging disinfeksi. Harapan kita memang seluruh dusun di wilayah Sidodowo semuanya dilakukan disinfeksi,” ucapnya.

Selain itu, dia meminta dukungan dari masyarakat agar bila merasakan gejala seperti panas, batuk, pilek, segera melapor ke Dinkes dan berkata jujur apa adanya.

“Supaya kita cepat memutus mata rantai penularan ini. Jadi kita secepat mungkin melakukan tracig, kemudian isolasi untuk yang sakit, untuk yang tidak ada keluhan kita lakukan karantina,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona