Senin, 05 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Demokrat: Kedekatan AHY-NU Tak Terpisahkan dari Sejarah Sarwo Edhie Wibowo

Berita Terkait

DARAH NU: AHY didampingi Teuku Riefki Harsya di acara pengukuhan PBNU di Balikpapan. | Foto: IST
DARAH NU: AHY didampingi Teuku Riefki Harsya di acara pengukuhan PBNU di Balikpapan. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kehadiran Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Balikpapan merupakan cermin dari Partai Demokrat dan seluruh kader untuk berkomitmen merawat demokrasi dan menjaga kebhinekaan.

Demikian disampaikan Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GP PP Ansor, Munawar Fuad yang juga Ketua Bidang Agama DPP Partai Demokrat, Senin (31/1/2022).

“Kehadiran Ketum Demokrat, Mas AHY di pengukuhan PBNU bukan sekadar gimik seremonial politik, lebih dari itu adalah bentuk komitmen Demokrat bersama NU untuk terus merawat kebhinekaan NKRI,” kata Fuad.

AHY hadir di acara pengukuhan PBNU didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya yang juga kader NU dan hingga saat ini tercatat sebagai pengurus wilayah NU Aceh sebagai a’wan.

AHY, lanjut Munawar, merupakan kader kehormatan Banser dan menjiwai semangat serta ideologi NU.

“Semangatnya melantunkan lagu Syubbanul Wathon bukan yang pertama kali digemakan AHY. Sejak pensiun dari TNI dan terjun ke dunia politik, AHY sudah didaulat menjadi Kader Kehormatan Banser, dan hadir menjadi Pembina Upacara Hari Lahir Ansor di Taman Proklamasi,” jelasnya.

Munawar menjelaskan, kedekatan AHY dengan NU memang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah sang kakek, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang berjuang bersama Ansor dalam menumpas Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

“Dalam alunan lagu tersebut menunjukkan semangat AHY yang mengalir darah seorang kakek, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang dikenal dalam sejarah sangat erat kerja sama dan jejak perjuangannya bersama Banser dalam menumpas G30S PKI,” jelasnya.

Selain itu, kata Munawar, kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pilpres 2024 juga tidak bisa dipisahkan dari andil NU. Karena itu, AHY pun dinilai punya kewajiban moral untuk selalu dekat dan berjuang bersama NU agar NKRI terus dijaga kedaulatannya.

“Berkat kerja sama dan jalinan kemitraan dengan NU pula, perjuangan Pak SBY sebagai Capre 2004 mampu memenangkan kontestasi Pemilu hingga Pemilu 2009. Legacy kebijakan dan pemerintahan Presiden SBY dalam membangun bangsa dan negara bersama NU merupakan komitmen besar AHY untuk semakin diperkuat,” jelas Munawar.

“Terlebih, AHY yang memiliki trah Pacitan merupakan cucu Eyang Habibah, putri salah satu pendiri Ponpes Tremas, Pacitan, mempunyai aliran darah NU yang melekat secara alami,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Demokrat. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -