Demokrat ‘Dua Kaki’, Prabowo: Demokrasi Bebas Memilih

SURABAYA BERSHALAWAT: Prabowo Subianto menghadiri Peringati Tahun Baru Islam bersama Habib Syekh di Surabaya, Senin (10/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
SURABAYA BERSHALAWAT: Prabowo Subianto menghadiri Peringati Tahun Baru Islam bersama Habib Syekh di Surabaya, Senin (10/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bakal Capres, Prabowo Subianto menjunjung tinggi demokrasi. Dia pun tak mempersoalkan jika ada kader Partai Demokrat yang lebih memiliki pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Kenapa dipersoalkan? Ini kan demokrasi, orang semua bebas. Bebas memilih siapapun, enggak ada masalah,” katanya usai menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1440 H bertajuk Surabaya Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di depan Tugu Pahlawan Surabaya, Senin (10/9) malam.

Komentar singkat itu disampaikan Prabowo, sesaat sebelum masuk ke dalam mobilnya. Selebihnya, tak ada pernyataan lain yang disampaikan ke wartawan kecuali sapaan.

• Baca: Prabowo: Indonesia Kaya, tapi Uangnya Dibawa ke Luar Negeri

Penjagaan ketat dan kerumunan Syekhermania — sebutan komunitas pecinta Habib Syech — yang hendak bersalaman,  menyulitkan awak media untuk mewawancarai ketua umum DPP Partai Gerindra itu lebih lama lagi.

Sebelumnya, sejumlah petinggi Partai Demokrat — termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) — membebaskan kadernya menentukan pilihan di Pilpres 2019.

Hal inilah yang membuat Demokrat disebut-sebut bermain dua kaki di Pilpres 2019. Padahal Demokrat bersama Partai Gerindra, PKS dan PAN menjadi Parpol pengusung Prabowo-Sandiaga.

• Baca: Kiai Pendukung Khofifah-Emil: Wis Wayahe Prabowo Presiden

Sikap Demokrat ini dinilai mengusik konsolidasi Parpol koalisi Prabowo-Sandiaga. Sampai-sampai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan Prabowo dan Parpol koalisi, Rabu (12/9) besok.

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief saat di kediaman SBY, Jakarta, Minggu (9/9) lalu menuturkan, pertemuan itu akan membahas dukungan sejumlah kader Demokrat ke Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi memang ini kan antik nih Pemilu kita ini. Ada kepentingan Pileg, ada kepentingan Pilpres juga. Jadi hal-hal semacam itu harus kami atur,” katanya.