Covid-19 di Surabaya Melandai, Omzet Pedagang Mulai Naik!

KULINER: Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya mulai naik seiring melandainya Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST
KULINER: Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya mulai naik seiring melandainya Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seiring melandainya pandemi Covid-19 yang diikuti sejumlah kelonggaran, omzet pedagang dari total 48 Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya mulai merangkak naik.

“Kalau saat ini omzet mereka sudah luar biasa, setelah dibuka kesempatan (diizinkan) sampai jam 12 malam,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Surabaya, Widodo Suryantoro, Jumat (29/10/2021).

Kebijakan tersebut, terang Widodo, sebelumnya telah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Dalam Inmendagri tersebut, salah satunya diatur mengenai jam operasional bagi warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang diizinkan hingga pukul 22.00 WIB dengan maksimal pengunjung 75 persen.

Sedangkan bagi pelaku usaha yang operasionalnya mulai malam hari, dapat beroperasi maksimal hingga pukul 00.00 WIB dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Mantan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya itu memaparkan, dari total 48 SWK di Surabaya, 22 di antaranya kini omzet penjualannya sudah mencapai sekitar 85 persen. Sedangkan 12 SWK lain sudah 100 persen bahkan lebih.

“Sudah sekitar 85 persen seperti normal. Tapi untuk 12 SWK itu omzetnya sudah normal, bahkan ada yang lebih, seperti SWK Bratang dan Dharmahusada, sudah lebih dari normal,” ucapnya.

Widodo menambahkan, meski sudah diizinkan buka hingga pukul 12 malam, seluruh pedagang di SWK tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tak terkecuali bagi para pengunjung atau pembeli, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Tapi pedagang kan macam-macam, jadi kita juga selalu ingatkan dan kita dampingi. Ada pendamping di sana yang selalu mengingatkan prokes,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan kondisi Covid-19 yang terus melandai dan diiringi sejumlah kelonggaran, omzet atau pendapatan para pedagang di SWK dapat kembali normal. “Saat ini omzet mereka mencapai sekitar 85 persen. Semoga bisa segera kembali seperti sediakala,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya