Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Covid-19 di Surabaya Melandai, Eri Malu Kalau Tak Bisa Level 1

Berita Terkait

TERUS MELANDAI: Covid-19 di Surabaya terus melandai, 154 kelurahan keluar dari PPKM level 4. | Foto: Barometerjatim.com/IST
TERUS MELANDAI: Covid-19 di Surabaya terus melandai, 154 kelurahan keluar dari PPKM level 4. | Data: Satgas Covid-19 Jatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kasus aktif Covid-19 di Surabaya terus melandai. Ini dibuktikan dengan tidak adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4 di seluruh wilayah dari 154 kelurahan yang ada. Bahkan, mayoritas wilayah kelurahan berstatus level 1.

Alhamdulillah, hari ini Surabaya dari seluruh kelurahan yang ada, insyaallah tidak ada lagi level 4. Level 3 hanya beberapa, yang lainnya sudah level 2 dan level 1,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Selasa (31/8/2021).

Hasil analisa data indikator per 29 Agustus 2021, wilayah yang mengalami penurunan level di Surabaya terdiri dari 29 kecamatan dan 124 kelurahan. Rinciannya, level 1 terdiri dari 89 kelurahan, level 2 ada 49 kelurahan, dan level 3 terdapat 16 kelurahan.

Meski seluruh wilayah kelurahan di Surabaya keluar dari level 4, Eri menyatakan bakal terus berjuang habis-habisan menekan angka penyebaran. Bahkan dalam seminggu ini, pihaknya menargetkan, status level di seluruh kelurahan dapat turun menjadi level 2 atau bahkan level 1.

“Jadi insyaallah kami akan berjuang habis-habisan dalam minggu ini untuk menjadi level 2. Karena apa? Pemkot sangat malu kalau tidak bisa bergerak menuju level 2 dan level 1,” jelasnya.

Karena itu, Eri kembali mendorong warga maupun stakeholder yang ada di Surabaya untuk terus bergotong-royong menekan penyebaran Covid-19. Baginya, gotong-royong dan rasa empati adalah modal utama dalam memutus mata rantai virus mematikan tersebut.

“Sehingga apa? kita harus berjibaku dan bahu membahu, dimana masyarakat dan Pemkot Surabaya menurunkan level dari level 3 ke level 2 dan dari level 2 ke level 1,” tegasnya.

Perlu diketahui, indikator penghitungan level berdasarkan jumlah kasus kumulatif aktif/jumlah penduduk X 100.000. Untuk level 1, artinya dalam satu wilayah itu ada kurang dari 20 kasus aktif.

Sedangkan level 2, dalam satu wilayah itu terdapat sekitar 20-50 kasus aktif. Kemudian untuk level 3, ada 50-150 kasus aktif dalam satu wilayah. Sedangkan untuk level 4, kasus aktif dalam satu wilayah itu di atas 150.

» Baca Berita Terkait Pandemi Covid-19 

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -