Covid-19 di Bangkalan Naik! Prof Nidom Soroti Keampuhan Vaksin

TINJAU ULANG: Prof Nidom, vaksin masih tidak bisa diandalkan untuk menghadapi pandemi Covid-19. | Foto: IST
TINJAU ULANG: Prof Nidom, vaksin masih tidak bisa diandalkan untuk menghadapi pandemi Covid-19. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Chairul Anwar Nidom menyebut puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Bangkalan, Madura, positif Covid-19 bukan karena abai protokol kesehatan (prokes).

“Kalau nakes, tentunya sudah divaksin lengkap dan sangat paham tentang protokol kesehatan serta SOP manajemen rumah sakit,” katanya kepada Barometerjatim.com, Minggu (6/6/2021).

Soal mengapa mereka terpapar, lanjut Nidom, kemungkinkan besar vaksin tidak dapat membunuh virus Covid-19. Selain itu, kemungkinan lain, mereka terinfeksi oleh virus Covid-19 varian baru.

“Artinya bahwa vaksinasi diperuntukkan mengejar herd immunity perlu ditinjau ulang,” ucap profesor yang juga ketua Tim Riset Corona & Formula Vaksin Professor Nidom Foundation (PNF) tersebut.

Lantaran vaksin masih belum bisa diandalkan untuk menghadapi pandemi Covid-19, menurut Nidom, sebaiknya dihentikan atau dimoratorium untuk dievaluasi lebih dalam.

“Mengingat vaksinasi menyebabkan masyarakat menjadi abai terhadap kesiagaan, sementara vaksin belum bisa diandalkan. Hentikan dulu vaksinasi yang sekadar mengejar jumlah suntikan untuk dievaluasi,” ujarnya.

Nidom berharap, masyarakat tetap menggunakan masker secara disiplin dan ketat. Sementara terkait masyarakat Madura jika susah untuk disiplin, sebaiknya dilakukan pendekatan kepada ulama dalam mematuhi prokes.

Seperti diberitakan, Covid-19 di Bangkalan membludak diiringi puluhan nakes terpapar serta seorang dokter meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Sampai-sampai pihak RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) harus me-lockdown ruang IGD mulai 5 hingga 8 Juni 2021 akibat lonjakan pasien sekaligus untuk melindungi nakes.

Tak hanya di Bangkalan, sehari sebelmnya Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan juga melakukan lockdown lantaran 36 warga di desa tersebut terpapar Covid-19.

Terlebih dalam sepekan terakhir, terdapat lima orang warga Desa Sidodowo meninggal dunia secara berturut-turut akibat Covid-19.

Lockdown dilakukan mulai 4 Juni 2021 hingga 14 hari ke depan. Selain itu, dilakukan pula penyekatan di wilayah perbatasan antara Desa Kedungwaras dengan Sidodowo.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona