Covid-19 di Bangkalan Membludak! IGD RSUD Ditutup

LOCKDOWN TIGA HARI: Kasus Covid-19 di Bangkalan membludak, IGD RSUD minta lockdown tiga hari. | Foto: IST
LOCKDOWN TIGA HARI: Kasus Covid-19 di Bangkalan membludak, IGD RSUD minta lockdown tiga hari. | Foto: IST

BANGKALAN, Barometerjatim.com – Kasus Covid-19 kembali mengganas di wilayah Jatim. Setelah satu desa di Kabupaten Lamongan lockdown, kini virus mematikan tersebut membludak di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Sampai-sampai pihak RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu), mengirimkan surat permohonan lockdown ruang IGD kepada Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imron.

Lewat surat bernomor 445/3340/433.102.1/2021 tertanggal 5 Juni 2021 yang ditandatangani Dirut RSUD Syamrabu, dr Nunuk Kristianti, permohonan lockdown dikirim setelah memperhatikan situasi dan kondisi perkembangan kasus penyebaran penularan Covid-19 di Bangkalan.

Khususnya di Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD Syamrabu dalam beberapa hari ini yang mengalami peningkatan kasus secara signifikan, serta adanya tenaga kesehatan (nakes) di UOBK RSUD terkonfirmasi positif dan meninggal dunia.

“Maka kami mohon kepada Bapak Bupati Bangkalan berkenan untuk memberikan izin menutup sementara pelayanan IGD sejak hari ini sampai tiga hari ke depan, yaitu Sabtu sampai dengan Selasa, 5-8 Juni 2021 guna melindungi tenaga kesehatan di RSUD,” tulis Nunuk dalam suratnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu, dr Farhat Suryaningrat saat dikonfirmasi wartawan membenarkan surat permohonan lockdown ruang IRD tersebut.

Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir di Bangkalan sangat signifikan. Ruang isolasi baru dengan peningkatan kapasitas hingga 90 bed tidak mampu menampung pasien.

“Itu pun masih ada antrean di IGD, sekitar delapan orang. Banyak nakes kami yang terkonfirmasi, dokter radiologi kami hari ini meninggal karena Covid-19,” ungkap Farhat.

Dari data yang dihimpun Barometerjatim.com tercatat 29 nakes positif Covid-19. Rinciannya 17 nakes bertugas di Puskesmas Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, dan terdapat seorang nakes meninggal. Sedangkan 12 nakes lainnya bertugas di Puskesmas Tongguh, Kecamatan Arusbaya.

Bahkan di dua Puskesmas di Kecamatan Arosbaya tersebut telah dilakukan status micro lockdown sejak 1 Juni 2021. Selain di Arosbaya, peningkatan jumlah positif Covid-19 juga terjadi di Kecamatan Bangkalan dan Klampis.

Merujuk data yang dirilis Dinas Kesehatan Bangkalan, sejak 25 Mei-3 Juni 2021 tercatat sebanyak 48 orang terkonfirmasi positif dan delapa meninggal dunia.

Sedangkan update sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan per Jumat (4/6/2021) menunjukan penambahan lima orang positif. Total pasien positif di Bangkalan tercatat 1.750 kasus. Lalu pasien sembuh bertambah empat orang atau total pasien sembuh menjadi 1.517.

Siapkan RS Penyangga

Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana saat dikonfirmasi wartawan turut membenarkan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, termasuk meninggalnya salah seorang dokter di RSUD Syamrabu.

“Direktur rumah sakitnya (yang menyampaikan) karena ada dokter spesialis radiologinya yang meninggal, juga ada beberapa tenaga kesehatan terkonfirmas sehingga mereka mulai hari ini menutup IGD-nya,” katanya.

Soal pelayanan, Herlin menegaskan tetap berjalan. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan rumah sakit terdekat sebagai penyangga. Paling mungkin yakni di di Surabaya, seperti RSUD dr Soetomo dan RS Haji karena.

“Karena kondisi (Bed Occupancy Rate/BOR) di Surabaya relatif bagus sebetulnya,” ujar Herlin.

Secara umum, lanjutnya, tingkat keterisian BOR rumah sakit rujukan di Jatim masih relatif aman, kendati mengalami peningkatan setelah libur panjang lebaran.

Jika sebelumnya rata-rata di kisaran 23 persen, kini meningkat menjadi 24 persen. Namun tak disangka, di Bangkalan terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 yang signifikan.

Apa penyebabnya? Analisis sementara, kata Herlin, di antaranya karena adanya pergerakan orang dari provinsi atau kabupaten/kota lain yang tak terdeteksi saat libur lebaran. Selain itu longgarnya pemakaian masker di Madura juga menjadi penyebab.

Sementara itu berdasarkan data Pemprov Jatim per Jumat (4/6/2021), terdapat penambahan 301 kasus baru di Jatim, 28 di antaranya meninggal dunia.

COVID-19 MEMBLUDAK: RSUD Syamrabu mengumumkan IGD lockdown 5 sampai 8 Juni 2021. | Foto: IST
COVID-19 MEMBLUDAK: RSUD Syamrabu mengumumkan IGD lockdown 5 sampai 8 Juni 2021. | Foto: IST

» Baca Berita Terkait Wabah Corona