Corona di Surabaya Melonjak, Mall Tetap Aman Dikunjungi

KETAT: Pemeriksaan suhu dengan thermo gun laser sebelum masuk mall. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PROTOKOL CEGAH CORONA: Pemeriksaan suhu dengan thermo gun laser sebelum masuk mall. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Surabaya menjadi wilayah dengan jumlah pasien positif virus Corona (Covid-19) tertinggi di Jatim. Hingga Senin (13/4/2020), tercatat 208 orang terkonfirmasi positif, 523 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1.398 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Meski demikian, pusat perbelanjaan (mall) masih aman untuk dikunjungi. Ini karena Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menerapkan protokol keamanan dan kesehatan yang ketat terkait pencegahan Covid-19.

Pengetatat tersebut, di antaranya pengunjung, SPG (Sales Promotion Girl) dan seluruh karyawan mall wajib menggunakan masker, melewati pemeriksaan suhu dengan thermo gun laser, hingga penerapan physical distancing.

“Virus ini disebarkan melalui droplet, bukan udara. Artinya kalau kita mewajibkan pemakaian masker, kita sudah melindungi orang lain dan diri kita sendiri,” kata Ketua APPBI Jatim yang juga Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi, Senin (13/4/2020).

Selain itu, lanjut Sutandi, virus Corona akan mati jika dicuci dengan detergen karena terdiri dari lemak dan protein.

“Jika terkena sabun, maka virus tersebut akan pecah dan mati sendiri. Untuk itu, di sejumlah mall telah disiapkan tempat untuk cuci tangan sebelum memasuki kawasan mall,” tandasnya.

Terapkan Physical Distancing

JAGA JARAK PENGUNJUNG: Penerapan physical distancing di tenan food and beverage. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JAGA JARAK PENGUNJUNG: Penerapan physical distancing di tenan food and beverage. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Bagaimana jika ada yang melanggar? Pihak keamanan akan mengingatkan dan menyuruhnya memakai. Jika tetap bersikeras tak mau memakai masker, maka dengan terpaksa ditolak masuk mall.

Mall bukan sarang virus dan kita sudah melakukan physical distancing. Paling penting kalau pergi ke mall jangan bergerombol dan tetap berikan jarak,” ujarnya.

Sutandi menambahkan, sampai saat ini hampir 95 persen tenan di mall Pakuwon Group masih buka, kendati jumlah pengunjung berkurang drastis.

“Namun mereka berkomitmen untuk tetap buka. Untuk tenan FnB (Food and Beverage), saat ini juga melakukan penjualan secara online dan menggratiskan ongkir alias free delivery,” jelasnya.

“Di mall ada 5.000-6.000 pekerja. Jika mall ditutup dan karyawan dirumahkan mereka mau makan apa? Nah ini yang harus kita siaga, mari kita ambil sisi positif dan tetap semangat, tidak boleh kalah,” imbuh Sutandi.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona