Minggu, 25 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Cegah Penyakit Mulut dan Kuku Ternak Masuk Surabaya, Pemkot Terjunkan Dokter Hewan

Berita Terkait

CEGAH WABAH PMK: Dokter hewan dari DKPP Surabaya periksa sapi ternak cegah PMK. | Foto: Barometerjatim.com/IST
CEGAH WABAH PMK: Dokter hewan dari DKPP Surabaya periksa sapi ternak cegah PMK. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), melakukan antisipasi terhadap penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak. Sejak Senin (9/11/2022), bahkan telah menerjunkan para dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan di beberapa lokasi peternakan.

Pada pengecekan hewan ternak di kawasan Kecamatan Pakal, Rabu (11/5/2022), terdapat delapan ekor sapi ternak yang dinyatakan sehat setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari pengecekan suhu, kondisi, hingga pemberian vitamin serta antibiotik yang disuntikan di bagian leher.

Dokter Hewan DKPP Surabaya, Rizal Maulana Ishaq mengatakan terdapat beberapa tahapan dalam pemeriksaan kewaspadaan PMK. Pertama, melihat keadaan sapi terlebih dahulu, apakah sedang dalam posisi berdiri atau duduk. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada daerah sekitar mulut.

“Kalau daerah sekitar mulut tidak ada bercak-bercak merah seperti luka yang mengeluarkan darah, maka hewan tersebut masuk dalam kategori aman atau hewan sehat,” terang Rizal.

Pemeriksaan kedua dilanjutkan pada bagian yang sama pada daerah sekitar mulut, apakah mengeluarkan busa atau tidak. Sebab, hewan yang telah terjangkit PMK akan sering mengeluarkan air liur. Hal ini karena hewan yang terjangkit tidak memiliki nafsu makan.

“Maka menyebabkan suasana dari tubuhnya asam, jadi mengeluarkan liur yang cukup banyak dan sapi-sapi yang diperiksa hari ini tidak ada tanda-tanda tersebut,” ungkapnya.

Lalu pemeriksaan ketiga, dilakukan pada tubuh bagian bawah atau di bagian kaki sapi. Dokter hewan akan melihat apakah terdapat luka atau tidak. Jika tidak, maka sapi tersebut masuk dalam kategori aman atau sehat. Hanya saja, terdapat dua ekor sapi yang kedapatan memiliki luka pada bagian kaki.

“Tapi saat kita cek, luka ini diakibatkan goresan paving, biasanya setelah posisi duduk ke posisi berdiri rawan terjadi goresan. Tetapi secara keseluruhan, semua sapi yang kita cek dinyatakan sehat,” ucapnya.

Di sisi lain, Rizal mengimbau para peternak yang ada di Surabaya untuk tidak membeli hewan ternak dari daerah yang sudah terkonfirmasi positif wabah PMK. Bahkan, para peternak diharapkan berhati-hati terhadap peternak lain yang sering bertamu ke kandang ternak miliknya, karena penularan PMK dari udara dan sangat besar kemungkinan cepat terjadi penyebaran penularan.

“Jadi kalau ada orang lain keluar masuk ke kandang, jangan lupa disemprot desinfektan. Jika sudah bertemu dengan orang lain di kandang ternak tetangga dan hendak masuk ke kandangnya sendiri, disarankan untuk mengganti pakaian terlebih dahulu dan harus meningkatkan sanitasi atau kebersihan kandangnya,” jelasnya.

Rizal memastikan, PMK sama sekali bukan penyakit zoonosis dan tidak menular kepada manusia. “Maka masyarakat dipersilakan untuk makan daging dan dipastikan aman,” ungkapnya.

Sementara itu pemilik peternakan yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan di kawasan Kecamatan Pakal, Suyatno mengucapkan terima kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang telah menerjunkan tim dokter hewan dari DKPP Surabaya.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur Lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -