Cegah Isu Agama, Kapolda Undang NU dan Muhammadiyah

CEGAH ISU AGAMA: Kapolda Jatim mengundang tokoh NU dan Muhamamdiyah di rumah dinasnya, Minggu (4/11). | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTAH
CEGAH ISU AGAMA: Kapolda Jatim mengundang tokoh NU dan Muhamamdiyah di rumah dinasnya, Minggu (4/11). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan terus membangun komunikasi dengan para tokoh, ulama serta Ormas Islam untuk menangkal hoax yang mulai digiring ke isu agama.

“Saat ini, ujaran kebencian dan hoax memakai agama sebagai alat pemecah belah bangsa. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Luki usai pertemuan dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Jatim di rumah dinasnya, Jalan Bengawan 30, Surabaya, Minggu (4/11).

Luki mencontohkan antisipasi Polda Jatim, di antaranya pencegahan demo massa Bela Tauhid, Jumat (2/11) lalu. Rencana aksi tersebut bahkan sudah dua kali batal digelar, yaitu pada 26 Oktober dan 2 November.

• Baca: Tahun Politik, Kapolda Jatim Rajin Blusukan ke Pesantren

Sukses Polda Jatim mencegah gejolak yang dipicu aksi pembakaran bendera betuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, tersebut tak lepas dari upaya Luki mengumpulkan 78 pimpinan Ormas Islam dan elemen massa yang ingin menggelar aksi Bela Tauhid di Jatim.

“Saling memahami adalah kunci untuk kebaikan yang lebih besar. Pemahaman inilah yang kemudian membuat rencana aksi di Surabaya urung digelar,” jelasnya.

Luki menambahkan, saling pengertian untuk menjaga kondusifitas Jatim inilah yang membuatnya merasa sangat terbantu. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, MUI, NU, Muhammadiyah, Sekjen GUIB dan 78 ormas Islam serta semua warga.

• Baca: Ketua PWNU Jatim: Indonesia Warisan Para Kiai dan Ulama

Apalagi, kata Luki, apa yang menjadi aspirasi peserta aksi sebenarnya sudah tercapai, yakni proses hukum. “Selain itu, aksi massa besar dalam situasi seperti ini rentan disusupi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, yang bertujuan untuk membuat kekacauan,” katanya.

Di sisi lain, Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mengapresiasi upaya Polda Jatim yang sukses mengamankan acara Kirab Santri dan Istighosah Kubro memperingati Hari Santri Nasional (HSN), 28 Oktober lalu.

Sedangkan pimpinan Muhammadiyah Jatim, KH M Saad Ibrahim turut mengapresiasi upaya Polri menjaga situasi Jatim yang kondusif, aman, tertib, serta antisipasi gangguan Kamtibmas dan serangan radikalisme.

» Baca Berita Terkait Polda Jatim, NU, Muhammadiyah