Catat! Sekolah di Jatim Ukir 165 Inovasi Proses Pembelajaran

AUDIENSI TIM INOVASI: Gubernur Soekarwo menerima audiensi tim Inovasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/2). | Foto: Ist
AUDIENSI TIM INOVASI: Gubernur Soekarwo menerima audiensi tim Inovasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/2). | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tim Inovasi untuk Anak Sekolah, sebuah kemitraan antara Indonesia dan Australia yang dipimpin Konjen Australia di Jatim, Chris Barnes membeber temuannya terkait 165 inovasi proses pembelajaran di Jatim. Hasilnya? Berjalan baik!

“Diharapkan dapat disebarkan bukan hanya antarkabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga pada tingkat nasional,” kata tenaga Ahli Tim Inovasi, Prof Fasli Jalal saat mengikuti audiensi Tim Inovasi dengan Gubernur Jatim, Soekarwo di Grahadi, Surabaya, Selasa (27/2).

Selain Fasli, anggota Tim Inovasi yang ikut dalam rombongan yakni Direktur Program, Mark Heyward serta Konselor Kerjasama Pembangunan Kedubes Australia di Jakarta, Michelle Lowe.

• Baca: Revisi Perda: Maskur yang Mulai, Rohayati yang Masuk Bui

Inovasi tersebut, lanjut Fasli, ditemukan di wilayah Mataraman sebanyak 83 buah, Arek (41), Pendalungan (32) dan Madura (9). Beberapa motivasi yang diperoleh di antaranya ide belajar numerasi SDN Mojokarang Kabupaten Mojokerto, gerakan literasi SDN Kebon Dalem Kabupaten Mojokerto, dan kepemimpinan di SDN Sumber Gondo 2 Bumiaji Kota Batu.

Di SDN Kebon Dalem Mojosari, misalnya, para siswa diwajibkan membaca buku bacaan sebelum masuk kelas dan menyampaikan masing-masing hasil bacaannya kepada teman lainnya dengan pendampingan guru.

Para guru juga diharuskan menyusun buku ajar, termasuk menyertakan foto-foto muridnya, sedangkan sekolah secara aktif menawarkan buku-buku kepada para siswa yang tertarik untuk pinjam buku. “Konsepnya, siswa dibuat betah belajar di sekolah,” tandas Fasli.

Didukung Kesehatan

Sementara itu Gubernur Soekarwo menegaskan pengembangan kualitas pendidikan harus didukung dengan kesehatan, karena literasi akan terserap dengan baik apabila kesehatan siswa baik.

Karena itu, kesehatan anak, layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), parenting education yang memberikan pengetahuan para ibu dan anak tentang gizi menjadi salah satu prioritas program Pemprov Jatim.

Untuk layanan Posyandu yang memberikan parenting education, kata Pakde Karwo –sapaan Soekarwo — tercatat sampai dengan saat ini sebanyak 12 ribu dari 8.251 desa/kelurahan di Jatim.

Dengan parenting education tersebut diharapkan orang tua semakin paham akan asupan gizi. Sebab, dari data yang ada, hanya 22 persen kondisi gizi buruk yang terjadi karena miskin.

• Baca: Jatim Best Practice, Soekarwo Terdepan di Rakernas APPSI

Selebihnya, karena salah asupan yang disebabkan kurangnya pengetahuan orangtua tentang gizi anak. “Pendekatan budaya juga harus menjadi stategi utama dalam pencapaian,” ujarnya.

Dalan kesempatan tersebut, Pakde Karwo juga menjelaskan dilakukannya moratorium SMU sejak 2015 dan diubahnya komposisi SMK:SMU menjadi 70:30 persen guna memberikan para siswa keterampilan sehingga dapat diterima di dunia kerja.

Saat ini, dari jumlah SMK sebanyak 1.771 buah, 40 persen telah terakreditasi dengan 291 buah di antaranya berstandar internasional. Fakultas-fakultas teknik juga diposisikan sebagai pengampu. Selain itu, berbagai SMU, termasuk sekolah keagamaan diberikan pendidikan ketrampilan.