Cara Lamongan Atasi Sampah: Pilah di TPST, Baru Masuk TPA!

KELOLA DULU DI TPST: Sampah di Kabupaten Lamongan dikelola dulu di TPST sebelum dibawa ke TPA. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
KELOLA DULU DI TPST: Sampah di Kabupaten Lamongan dikelola dulu di TPST sebelum dibawa ke TPA. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian besar daerah di Jatim, yakni terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mulai penuh.

Hal tersebut terjadi, karena sistem pengolahan sampah dipusatkan di TPA. Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) perlu mengubah sistem pengolahan sampah untuk mengurangi debit sampah di TPA.

Di Jatim, ada dua proyek nasional tentang pengolahan sampah. Yakni di Supit Urang, Kota Malang dan Jabon, Sidoarjo. Keduanya memproyeksikan sampah menjadi sumber tenaga listrik. Agar bisa berlangsung maksimal, sampah yang menjadi bahan baku harus sudah terpilah.

Bulan lalu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan proyek tersebut harus didukung pengolahan yang tepat. Karena itu, dia ingin mendorong masyarakat memilah sampah. ‘’Dengan begitu, beban pemilahan sampah di TPA berkurang dan tidak membutuhkan waktu lama,’’ ucapnya.

Di Sidoarjo juga berencana melakukan hal yang sama. Pemilahan sampah tidak dipusatkan di TPA. Ada pengolahan sampah terpadu yang berada di tingkat kecamatan. Pengolahan sampah domestik belangsung pada titik tersebut. Sisanya, baru dikirim ke TPA.

Pengolahan sampah di tingkat kecamatan sebenarnya sudah diterapkan Kabupaten Lamongan. Saat ini, sampah di kabupaten itu tidak dikirim langsung ke TPA. ‘’Kami olah di tempat pengolahan sampah terpadu,’’ kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Kamis  (22/4/2021).

Sistem itu sudah berlangsung lebih dari enam bulan. Hasilnya cukup signifikan. Sebelumnya debit sampah yang dikirim ke TPA rata-rata 1.200 ton per bulan, dalam enam bulan debit sampah yang dikirim ke TPA turun rata-rata per bulan tinggal 200 ton.

Yuhronur juga mengatakan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayahnya cukup efektif. Sisa sampah yang dikirim ke TPA hanya organik dan sampah itu bisa menjadi bahan pembuatan kompos.

Lalu, sisa sampah anorganik dilakukan pengolahan lanjutan. Uji coba yang sudah dilakukan, sampah anorganik itu bisa menjadi papan yang menyerupai kayu. Ada nilai manfaatnya. Sistem itu dianggap mampu mengurangi debit sampah yang masuk ke TPA.

Yuhronur mengaku saat ini baru satu TPST dan berencana mengembangkan sistem pengolahan sampah tersebut. Dengan demikian, dia optimistis permasalahan sampah di Lamongan bisa teratasi secara perlahan.

» Baca Berita Terkait Lamongan