Bupati Fanan, Tokoh Politik nan Santun itu Berpulang

PRIBADI SANTUN: Bupati Fanan Hasib (kiri) saat menyerahkan bantuan sosial. Kepemimpinanya yang santun membuat banyak pihak merasa kehilangan. | Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.comInna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam menyelimuti warga Madura, khususnya Kabupaten Sampang. Mereka kehilangan salah satu tokoh terbaik, KH Fanan Hasib, Bupati Sampang itu berpulang, Rabu (3/5) sekitar pukul 12.30 WIB di RS Graha Amerta Surabaya.

Selama ini Kiai Fanan menjadi panutan sejumlah tokoh politik di Pulau Garam. Dia dikenal sebagai sosok yang santun dan sabar. “Beliau orang sangat sabar dan tawadhu. Meski ‘diserang’ sana sini beliau tetap sabar dan legowo,” kenang Ahmad Nawardi, anggota DPD RI asal Sampang.

Almarhum juga dikenal sebagai sosok objektif. Bukan tipe pendendam dan menempatkan sesuatu sesuai porsinya. “Misalnya di pemerintahan banyak pagawai pendukung bupati sebelumnya (Noer Tjahja) beliau tidak mau menggantinya. Ini karena secara kacamata profesioanal memang belum perlu diganti. Para loyalis Pak Noer (Tjahja) juga dirangkul. Tentu hanya orang yang berjiwa besar yang bisa seperti ini,” bebernya.

Sebagai aktivis dan politikus, Nawardi merasa kehilangan panutan yang luar biasa karena selain menjadi tokoh agama, Kiai Fanan juga panutan politik yang santun.

• Baca: Bambang Gentolet, Tetap Laku Tanpa Bendera Srimulat

Nawardi mengaku banyak belajar soal menghadapi dan memecahkan persoalan sosial kemasyarakatan di daerah dari almarhum. ”Sebagai anak muda saya belajar banyak dari beliau. Saya benar-benar merasa kehilangan kiai, guru dan tokoh politik yang sangat mengayomi masyarakat,” tutur Nawardi yang juga Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jatim.

Sebelumnya beredar luas di media sosial kabar tentang meninggalnya Bupati Fanan. Saat dikonfirmasi, Kepala BLUD RSU dr Soetomo Surabaya, dr Harsono  membenarkan kabar duka tersebut.

“Almarhum dirawat di Graha Amerta sejak 26 April hingga hari ini meninggal dunia pukul 12.30 WIB. Dugaan sementara beliau meninggal karena menderita sakit kanker paru-paru,” tuturnya.

Belakangan almarhum memang kurang aktif dalam menjalankan tugas sebagai bupati karena sakit,  sehingga kepemimpinan untuk sementara dikerjakan Wakil Bupati Sampang, Fadhilah Budiono.

SEKILAS KH FANAN HASIB

  • KH Fanan lahir di Sampang pada 12 Desember 1961. Putra (Alm) KH Hasib Siraj asal Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.
  • Sebelum menjabat sebagai bupati periode 2013-2018, pernah menduduki kursi anggota DPRD dan wakil bupati mendampingi Noer Tjahja.
  • 2013, KH Fannan dan Fadhilah Budiono memenangi Pilkada Sampang. Namun dalam perjalanan kepemimpinanya, kondisi kesehatan KH Fannan terganggu hingga berujung penyerahan sebagian tugas kepada wakilnya yang diberikan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.
  • Sejak 26 April 2017, KH Fannan Hasib Bupati dirawat di RS Graha Amerta Dr Soetomo, Surabaya. Dia divonis menderita penyakit kangker paru-paru. Sebelumnya telah keluar masuk rumah sakit bahkan pernah menjalani perawatan di Singapura.
  • Rabu, 3 Mei 2017, KH Fanan wafat di usia 56.