Bulan Suci, Tim Khofifah-Emil Ajak Ciptakan Kampanye Bersih

SETOP KAMPANYE HITAM!: Gus Hans (kanan) didampingi Ketua Sekber Relawan Khofifah-Emil, Arie Kusuma. Ajak kampanye bersih di bulan suci. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SETOP KAMPANYE HITAM!: Gus Hans (kanan) didampingi Ketua Sekber Relawan Khofifah-Emil, Arie Kusuma. Ajak kampanye bersih di bulan suci. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sepanjang masa kampanye Pilgub Jatim 2018 berjalan, pasangan namor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak tak henti dihantam kampanye hitam (black campaign) — bukan sebatas kampanye negatif (negative campaign).

Terbaru, mulai video qasidah ’emak-emak lucu’ berbusana serba merah yang direkam secara khusus untuk menyerang Khofifah, hingga upaya menyudutkan Emil lewat program millennials job center dan revitalisasi pasar.

Meski diserang habis-habisan, elektabilitas paslon yang diusung gabungan enam parpol (Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP dan PAN) serta didukung dua parpol nan kursi (PKPI dan PBB) itu, dari hari ke hari semakin tinggi, bahkan jauh melewati rivalnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

• Baca: Khofifah Korban ‘Kampanye Hitam’, NU Ikut Dipojokkan

Hasil survei CSIS (Centre for Strategic and International Studies) periode April 2018 menunjukkan tingkat elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 53,5 persen atau unggul jauh hingga 15,7 persen dari Saifullah-Puti yang meraih 37,8 persen dan 8,7 persen belum menentukan pilihan.

Juru Bicara Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar As’ad sebenarnya tidak terlalu risau dengan kampanye hitam yang dilancarkan pihak tertentu karena hal itu justru semakin mendongkrak elektabilitas paslonnya.

Hanya saja, cara-cara kampanye yang tidak bermartabat seperti itu, tidak baik buat pendidikan politik masyarakat, terutama generasi muda, yang justru akan semakin anti-politik.

• Baca: Stop Main Jiplak! Relawan Khofifah-Emil Ajak Adu Karya

Terlebih memasuki Ramadhan, kiai muda pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang yang akrab disapa Gus Hans tersebut berharap, jangan sampai mengotori bulan suci dengan hal-hal negatif lewat termasuk kampanye hitam.

“Hentikan kampanye hitam, hormati bulan suci. Mari kita lakukan kampanye yang bersih. Alhamdulillah, selama kampanye di lapangan maupun media, kita tidak sampai melakukan negative campaign,” katanya di Rumah Aspirasi, Jalan Diponegoro Surabaya, Rabu (16/5).

Cara kampanye bersih yang dilakukan tim Khofifah-Emil, tandas Gus Hans, menunjukkan kalau mereka memegang teguh pelajaran politik yang baik dan santun. “Kami sadar, kampanye hitam yang memang tidak mendewasakan masyarakat Jatim, justru akan men-downgrade calon yang didukung,” tandasnya.

Berharap ‘Setan’ Dibelenggu

Untuk mempertegas kalau Khofifah-Emil terus-terusan dihantam kampanye hitam, Gus Hans lantas memutar tiga video. “Yang saya herankan, ini (video) bikinnya serius amat dengan editing yang sangat niat banget. Bahkan ini (video yang menyerang Emil) sampai diiklankan di Youtube, kan niat banget,” ucapnya.

Tapi, tandas Gus Hans, inilah risiko dari calon yang memiliki otoritas teritorial maupun sektoral. “Bu Khofifah untuk otoritas sektoral memang beliau pimpinan, leader, sementara Mas Emil punya tanggung jawab kewilayahan. Artinya beliau berdua memang telah berbuat sesuatu, sementara ada yang belum berbuat apa-apa,” katanya.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga berharap, selama Ramadhan tidak ada lagi produksi video kampanye hitam karena ‘setan-setan’ akan dibelenggu selama bulan suci.

• Baca: Putri Rhoma Sayangkan ‘Kampanye Kotor’ Kubu Gus Ipul-Puti

“Mari kita menjadi contoh bagi generasi muda, bahwa berpolitik tidak harus melakukan keburukan, melakukan sesuatu yang tidak positif, tidak produktif, kasihan masyarakat dan generasi penerus yang membuat mereka akan semakin anti politik,” ujarnya.

Mengapa tidak melaporkan ke Bawaslu? Gus Hans menegaskan tidak perlu, karena hanya akan menghabiskan energi. “Kita fokus saja kepada penyadaran masyarakat, bahwa hal itu tidak benar,” katanya.

“Kita juga tidak akan melakukan hal seperti itu (melakukan kampanye hitam serupa). Kalau sampai kita lakukan, apa bedanya dengan mereka. Sekali lagi, hormati bulan suci, mari kampanye yang bersih,” tuntasnya.