Buka Ruang Diskusi, Khofifah-Emil Siapkan Rumah Aspirasi

JIWA SOSIAL: Bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawasa memberikan bantuan untuk anak yatim di Dusun Kasihan, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Sabtu (27/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
JIWA SOSIAL: Bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawasa memberikan bantuan untuk anak yatim/piatu di Dusun Kasihan, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Sabtu (27/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

TRENGGALEK, Barometerjatim.com – Pasangan bakal Cagub-Cawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak membuka ruang seluas-luasnya untuk mendapat masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait kondisi di Jawa Timur.

Dalam waktu dekat akan diresmikan Rumah Aspirasi yang saat ini sedang disiapkan di Jalan Diponegoro, Surabaya. Rumah Aspirasi menjadi tempat bagi para relawan dan elemen masyarakat lainnya untuk berdiskusi secara berkala yang akan dimulai pada 15 Februari.

“Soal tema, disesuaikan dengan passion dan komitmen masing-masih relawan,” kata Khofifah usai menghadiri Silaturahim dan Santunan Anak Yatim/Piatu serta Janda yang digelar Yayasan Pembina Umat Al Hidayah Cabang III di Dusun Kasihan, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (27/1).

• Baca: Pacu Mesin Pemenangan, Khofifah-Emil Buka Posko Kerja

Dia mencontohkan relawan Aspek (Asosiasi Santri, Pelajar, Ekonom dan Kiai) Madura, “Mungkin akan mengambil posisi diskusi tentang petani garam. Tapi beda dengan KPK (Komunitas Pendukung Khofifah) mungkin di segmen tembakau dan kakao.”

Begitu pula dengan relawan dari Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban, bisa mengambil tema terkait nalayan dan perikanan. Terutama di Lamongan yang memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar. Jadi tema menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Karena itu akan kita koordinasikan dengan para koordinator relawan melalui grup WA, dan sudah saya sampaikan supaya mereka segera menyiapkan format tema diakusi secara rutin di Rumah Aspirasi,” ujarnya.

• Baca: Kiai Pendukung Gus Ipul: Kiai Mutawakkil Langgar Khitthah NU

“Tetapi bukan berarti di luar segmentasi relawan tidak bisa melakukan diskusi di tempat tersebut, bisa, termasuk organisasi profesi,” tambah perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.

Apalagi dalam navigasi program Khofifah-Emil terkait pembuatan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Khofifah selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat baik dalam evaluasi, rapat, hingga Focus Group Discussion (FGD).

“Termasuk di dalamnya mereka yang selama ini memberikan pendidikan vokasi. Ini penting untuk keberlanjutan anak-anak pasca SMK,” katanya.

SUKA BERBAGI: Bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawasa memberikan bantuan untuk janda di Dusun Kasihan, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Sabtu (27/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SUKA BERBAGI: Bakal Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawasa memberikan bantuan untuk janda di Dusun Kasihan, Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Sabtu (27/1). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Misalnya apa yang sudah dilakukan Emil di Trenggalek dengan membangun SMK jurusan wisata. “Ini penting karena menjadi kebutuhan di Jatim. Di seluruh dunia siapa yang ingin mendulang devisa dalam waktu cepat, biasanya masuk pada sektor wisata,” jelasnya.

Khofifah bahkan sudah berdiskusi dengan jaringannya yang bergerak di sektor wisata di Jakarta. Menurut mereka, tempat wisata di Jatim bisa sangat kompetitif dibanding Jateng maupun Jabar. Hanya saja, skill untuk sektor wisata di kabupaten dan kota di Jatim masih terbatas.

• Baca: Gerilya di ‘Kandang’ Gus Ipul, Khofifah Didukung Kiai-Habib

Artinya, Jatim mempunyai prospek wisata yang luar biasa dan kalau didukung SMK lebih banyak lagi akan lebih mempercepat wisatawan datang ke Jatim, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Namun wisata yang kita bangun harus tetap pada koridor untuk menjaga seluruh harkat, martabat dan budaya di masing-masing daerah,” tegas Khofifah.