Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Bisnis Prostitusi Digerebek, Rochman ‘Gulung Tikar’

Berita Terkait

DIGEREBEK POLISI: Bisnis prostitusi on-line milik Abdul Rochman 'gulung tikar'. Rochman ditangkap anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AP
DIGEREBEK POLISI: Bisnis prostitusi on-line milik Abdul Rochman ‘gulung tikar’. Rochman ditangkap anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AP
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bisnis prostitusi yang digeluti Abdul Rochman lewat media sosial (medsos) sejak lima bulan lalu, terpaksa harus disudahi. Sebab, muncikari asal Bangkalan, Madura tersebut, tengah berurusan dengan polisi.

Pria 27 tahun itu ditangkap di Jalan Kartini setelah anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menggerebek Hotel Palm Inn di Jalan Mayjen Sungkono.

“Saat melakukan penggerebekan itu, kami mendapati anak buah Rochman, inisial EV, sedang melayani tamu pria hidung belang,” terang Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (25/8) sore.

Dari penelusuran penyidik, bisnis prostitusi via on-line yang dijalankan tersangka, sudah berjalan sekitar lima bulan lebih. Ini bisa diketahui dari jumlah anak buah yang dimiliki tersangka.

• Baca: 2 Perkara Dimas Kanjeng Divonis, 7 Perkara Lain Menanti

“Tersangka memiliki anak buah lebih dari dua orang. Namun saat kami ungkap, tersangka memang  Tapi dari hasil pendalaman kami, ada banyak (anak buah),” ucap Yeni.

Selain itu, lanjutnya, tersangka juga memiliki belasan grup di akun Facebook (FB) nya, yang menawarkan ‘kupu-kupu malam’ dengan tarif antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah sekali kencan.

Salah satu Grup FB itu adalah Grup Penikmat Lendir Surabaya dan sekitarnya. “Saat ini kami masih mendalami kasus ini,” tandasnya.

Primadona On-line

Sementara tersangka mengaku, EV merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) on-line yang menjadi primadona di akun FB-nya. Belum genap sebulan direkrut, perempuan asal Bojonegoro itu sudah melayani empat pria hidung belang. Tapi bandrolnya sedikit mahal.

“Sekali kencan, tarifnya Rp 1 juta. Karena dia barang baru dan pelayanannya memuaskan,” ungkap pria pengangguran ini.

Selain EV yang menjadi andalan, tersangka juga memiliki banyak perempuan yang siap bekerja freelance, atau bisa dihubungi setiap saat jika ada job ‘cinta satu malam.’

“Cara memasarkannya melalui FB. Tapi mereka harus difoto yang seksi dulu sebelum ditawarkan. Biar banyak yang minat,” kata tersangka.

Dari hasil bisnis itu, tersangka menerima Rp 100 ribu dari anak buahnya. Selain itu, dia juga menerima tips dari para pelanggan yang memboking anak buahnya.

“Kalau jatah dari anak buah tetap Rp 100 ribu, tapi dari pelanggan jumlahnya macam-macam. Kadang juga tidak dikasih tips,” pungkasnya. 

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -