Bikin Resah, Penyelenggara Tur ‘Jihad People Power’ Tersangka!

Pasutri Roni-Feny mendatangi Polda Jatim. Kini status keduanya tersangka. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang
Pasutri Roni-Feny mendatangi Polda Jatim. Status keduanya tersangka. | Foto: Barometerjatim.com/natha lintang

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Surabaya, Mohammad Roni dan Feny Lestari ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka lantaran membuat postingan informasi “Road Jihad, Tour to Jakarta”.

Postingan tersebut meresahkan, karena dinilai sebagai ajakan people power ke Jakarta melalui Media Sosial (Medsos). Meski sudah menuliskan surat permintaan maaf, Pasutri tersebut tetap dijadikan tersangka.

“Keduanya dijerat UU ITE No 19 Tahun 2016 dan Pasal 160 KUHP, karena melakukan provokasi ajakan untuk melakukan jihad dibungkus tur dan mengganggu ketertiban masyarakat,” tegas Barung Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (19/5/2019).

Menurut Barung, postingan tersebut sempat menyebar selama dua hari di WhatsApp (WA) para pendukung Capres-Cawapres Nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Isinya tentang fasilitas tur jihad untuk menampung aspirasi masyarakat yang akan ke Jakarta, mengikuti aksi people power 22 Mei 2019.

“Kehebohan dua hari ini, yaitu postingan di beberapa media, bahkan di media mainstream, televisi sudah ramai,” kata Barung.

Namun pengakuan Roni dan Feny saat meminta maaf di Mapolda Jatim, tujuan dari tur berbandrol antara Rp 400 ribu hingga 600 ribu itu bukan untuk people power, melainkan mengajak emak-emak belanja.

“Atau istilah Jawanya: Kulakan, ke Tanah Abang dan beribadah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Jadi bukan untuk mengikuti demo people power tanggal 22 Mei 2019,” kata Barung.

Lantaran postingan Roni dan Feny cukup meresahan masyarakat, tur yang rencananya berangat Minggu (19/5/2019) pukul 06.00 WIB dan pulang 23 Mei tersebut akhirnya dibatalkan.

“Tur jihad ini sudah dibubarkan, dan yang mendaftar pun minim, sehingga dibubarkan dan tidak ada yang kita keberangkatan ke Jakarta,” aku Roni.

Tapi jika ada yang berangkat ke Jakarta, tandas Roni, itu bukan peserta tur jihad dari postingannya. “Seandainya ada yang mengatakan tur jihad Jakarta sudah berangkat atau belum, itu bukan dari kami, bukan wewenang kami,” ucapnya.

“Kami juga sudah membuat surat pernyataan kepada kepolisian kalau tur jihad yang kita adakan itu bukan yang di media, yang begitu dibesar-besarkan. Saya minta maaf telah meresahkan masyarakat,” sambungnya.

Heboh Dua Hari

Sekadar informasi, selama dua hari terakhir, beredar informasi terkait “Road Jihad, Tour to Jakarta” yang dikait-kaitan dengan aksi people power 22 Mei di Jakarta.

Pada pesan tersebut, penyelenggara mencantumkan paket yang dapat dipilih selama lima hari mengikuti tur di Jakarta dengan melakukan pembayaran via transfer rekening salah satu bank, paling lambat  17 Mei.

Pilihan paket tur beragam. Mulai dari fasiitas transportasi bus besar dengan kapasitas 50 orang berbandrol Rp 450 ribu/orang; mini bus isi 30 orang seharga Rp 400 ribu/orang hingga mobil pribadi jenis Ertiga, Xenia, Avanza seharga Rp 600 ribu/orang.•

» Baca Berita Terkait Polda Jatim, People Power