Beri Nyai Hasyim Potongan Tumpeng, Tangis Khofifah Pecah

POTONGAN TUMPENG: Khofifah saat memberikan potongan tumpeng ke Nyai Nyai Hj Muthammimah, Sabtu (8/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
POTONGAN TUMPENG: Khofifah saat memberikan potongan tumpeng ke Nyai Nyai Hj Muthammimah, Sabtu (8/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tangis Khofifah Indar Parawansa pecah! Pemandangan itu terlihat saat Gubernur Jatim terpilih tersebut, memberikan potongan tumpeng untuk Nyai Hj Muthammimah, istri almarhum KH Hasyim Muzadi.

Sejenak, sejumlah orang yang berdiri di atas panggung acara Selamatan Relawan Khofifah-Emil di JX International, Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (8/9), terdiam. Sejurus kemudian, prosesi pemotongan tumpeng kembali dilanjutkan.

Ya! Sosok Kiai Hasyim memang tak bisa dilepaskan dari perjuangan Khofifah dalam mengarungi Pilgub Jatim. Di dua Pilgub Jatim sebelumnya, 2008 dan 2013, mantan ketua umum PBNU dua periode itulah yang menopang sekaligus membentengi Khofifah.

• Baca: Khofifah Dukung Jokowi, Muslimat NU? Tunggu Dulu!

14 Januari lalu, Nyai Muthammimah juga mengungkapkan, Kiai Hasyim memang tak pernah berhenti meminta agar Khofifah maju Pilgub Jatim untuk kali ketiga. “Bahkan sampai detik terakhir mau wafat, beliau masih menginginkan Bu Khofifah maju di Pilgub Jatim 2018,” bebernya.

Alasan Kiai Hasyim, papar Nyai Mutammimah, karena masyarakat Jatim mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) dan hanya Khofifah yang dinilai bisa mendatangkan kesejahteraan untuk Nahdliyin.

“Tentu saja kesejahteraan ini tidak hanya untuk Nahdliyin tapi seluruh masyarakat Jatim. Kalau masyarakat Jatim sejahtera, otomatis warga NU juga merasakannya,” katanya.

Ajang Promosi Budaya

SINDEN CILIK: Dimas Niken Salindri (kanan) dinden cilik asal Mataraman yang mem-promote budaya Banyuwangi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
SINDEN CILIK: Dimas Niken Salindri (kanan) dinden cilik asal Mataraman yang mem-promote budaya Banyuwangi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Selebihnya, acara selamatan, selain diwarnai pemberian penghargaan untuk para atlet peraih medali di Asian Games 2018, juga menjadi ajang promosi budaya Jatim.

“Selain selamatan dengan seluruh relawan, kami juga ingin mem-promote berbagai kekayanan budaya Jatim. Harapan kami, nanti para wisatawan di Jatim paling tidak mereka akan stay tiga hari dua malam,” ujarnya.

Jika wisatawan berada di Jatim dan menikmati budayanya, jelas Khofifah, maka akan menambah income dan kesejahteraan para seniman dan serta budayawan.

• Baca: Khofifah-Emil Beri Penghargaan Peraih Medali Asian Games

Sementara budaya yang dipamerkan di acara ini, antara lain aksi sinden cilik asal Kediri, Dimas Niken Salindri. “Dia mem-promote budaya Banyuwangi, sementara dia sinden dari Mataraman,” tutur Khofifah.

Selain itu, ludruk yang ditampilkan adalah ikhtiar untuk menghidupkan seni dan budaya Arek, terutama lewat ludruk dari remo. Selain itu ada juga seni daul asal Madura.

“Ini artinya keberagaman dari budaya bisa diterima seluruh kebhinekaan, keberagaman dan varian-varian berbagai subkultur di Jatim,” jelas perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu.

Inisiatif Relawan

DAUL MADURA: Seni Daul asal Madura, salah satu budaya yang bisa di-promote untuk menarik wisatawan ke Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DAUL MADURA: Seni Daul asal Madura, salah satu budaya yang bisa di-promote untuk menarik wisatawan ke Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Khofifah menambahkan, selamatan ini keinginan para relawan dengan menggelar acara sedikit lebih besar, karena sebenarnya acara serupa telah digelar di tingkat desa, bahkan RW dan RT.

“Hari ini, kami menganggap saat yang tepat bagi kami untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, partai partai pengusung dengan menggelar selamatan relawan Khofifah-Emil,” katanya.

• Baca: Emil Brewokan, Arumi Protes: Tajem Lho, Mas!

Ucapan terima kasih juga disampaikan Wagub Jatim terpilih, Emil Elestianto Dardak. “Kami juga memohon doa dari seluruh relawan agar kita terus bersama-sama, karena keberhasilan pemerintahan ini juga memerlukan dukungan untuk bisa mengawal pemerintahan dengan baik,” tandasnya.