Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Bentrok Bonek-PSHT, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Berita Terkait

BARANG BUKTI: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Moh Iqbal menunjukkan sejumlah barang bukti dalam bentrok antara suporter Bonek dan pendekar PSHT. | Foto: Barometerjatim.com/BAYAN AR
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dua orang ditetepkan Polrestabes Surabaya sebagai tersangka dalam bentrokan antara suporter Bonek dan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Bentrokan terjadi Minggu (1/10) lalu di Jalan Raya Tandes Lor, mengakibatkan dua orang anggota PSHT meninggal dunia.

“Ada beberapa alat bukti yang kami temukan. Sesuai alat bukti yang sudah kami periksa, ini identik dengan pelaku yang sudah kami tetapkan tersangka. Ini identitik, tidak terbantahkan,” terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Moh Iqbal, Kamis (5/10).

Dua tersangka yakni M Ja’far (24) warga Jalan Pogot dan Tiyok (19) warga Balongsari, Surabaya. “Memang mereka mengaku, tapi itu variabelnya paling bawah. Bisa saja dimentahkan di pengadilan,” ucapnya.

• Baca: Kapolrestabes: Iki Suroboyo, Tak Ada Peluang bagi Penjahat

Meski demikian, dengan beberapa alat bukti yang sudah diperiksa di laboratorium forensik seperti rekaman video di lokasi kejadian, bercak darah yang identik dengan korban, serta sidik jari pada bambu yang digunakan untuk memukul korban juga identik dengan dua tersangka.

“Dan tentunya kami juga akan memproses secara hukum, dan tolong dicatat, kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tegas Iqbal.

Dihajar Ramai-ramai

Kejadian bermula saat rombongan suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania yang hendak menontong sepakbola di Gelora Bung Tomo, melintas di Jalan Romokalisari dan bertemu dengan rombongan PSHT yang hendak menuju Gresik, Sabtu (30/9).

Entah apa sebabnya, kedua kubu terlibat bentrok dan banyak suporter Bonek terluka. Usai pertandingan sepakbola, massa Bonek berkumpul di SPBU Jalan Balongsari dan sekitar Bundaran Karang Poh dengan tujuan menghadang rombongan PSHT.

• Baca: ‘Bermain’ dari Lapas, Operator Narkoba Ditembak Mati

Selanjutnya, pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB dua anggota PSHT, yaitu Eko Tristanto (23) warga Tlogo Rejo dan Anis (20) asal Desa Simorejo, Kabupaten Bojonegoro terlihat berboncengan melintas di Jalan Raya Tandes Lor.

Dua pendekar PSHT inipun dihadang Bonekmania dan dipukul menggunakan bambu secara beramai-ramai hingga keduanya tewas. Pun begitu dengan motor yang mereka tumpangi dibakar di lokasi kejadian.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -