Belum Ditetapkan, Kok Kelana-Astutik Ikut Pakta Integritas?

BELUM RESMI PASLON: Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, ikut teken pakta integritas yang digelar Bawaslu. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BELUM RESMI PASLON: Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, ikut teken pakta integritas yang digelar Bawaslu. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Meski belum ditetapkan sebagai pasangan calon di Pilbup Sidoarjo 2020, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik turut hadir dan menandatangani deklarasi pakta integritas yang digelar Bawaslu Sidoarjo di Fave Hotel, Jumat (25/9/2020).

Keikutsertaan Kelana-Astutik, seolah sinyal terang kalau pasangan yang diusung PDIP dan PAN (total 14 kursi) tersebut bisa dipastikan bakal ditetapkan sebagai pasangan calon, Senin (28/9/2020) depan.

Seperti diberitakan, Rabu (23/9/2020) lalu KPU Sidoarjo baru menetapkan dua pasangan calon sebagai peserta Pilbup Sidoarjo 2020, yakni Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar (diusung Gerindra, PKS, Golkar, PPP, dan Demokrat/total 18 kursi) dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi (diusung PKB/16 kursi).

Sedangkan Kelana-Astuti, hingga kini masih dilakukan verifikasi administrasi, salah satunya terkait hasil tes kesehatannya tidak keluar bersamaan dengan dua paslon lainnya.

Keduanya memiliki waktu hingga 27 September. Jika hasil perbaikan administrasi maupun secara calon tidak ada masalah, baru ditetapkan sebagai paslon pada 28 September.

Terkait kehadiran Kelana-Astutik yang belum ditetapkan sebagai calon namun ikut meneken pakta integritas, Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid menuturkan keduanya hadir sebagai undangan.

“Jadi kita mengundang. Di skenario awal memang tidak kita undang, karena masih belum ditetapkan. Nah sama temen-teman kesekretariatan, ternyata undangan sudah lebih dahulu disebar,” katanya saat dihubungi wartawan.

“Sementara di desain penandatanganannya pun ya tidak ada, kosong. Tidak ada penyebutan istilah pasangan nomor tiga, tidak ada, kosong, gitu,” sambungnya.

Jadi kapasitas Kelana-Astutik dalam pakta integritas tersebut sebagai apa? “Sebagai undangan saja, ya kita undang,” katanya.

Tapi ikut tanda tangan? “Ya yang hadir semua tadi tanda tangan, iya termasuk Pak Kelana, perwakilan partai politik, Forkopimda, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragam), semua tanda tangan,” ujarnya.

Ya, dalam deklarasi penandatanganan pakta integritas tersebut, hadir pula Plh Bupati Sidoarjo, Achmad Zaini; Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji; Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Inf Moh Iswan Nusi; serta Ketua FKUB Sidoarjo, KH Mohammad Kirom.

Nomor Urut Tiga

Sementara itu usai meneken pakta integritas, Kelana menyampaikan dirinya bersama Astutik berkomitmen mewujudkan Pilbup Sidoarjo 2020 yang sehat dan jurdil. “Sebagaimana yang telah di deklarasikan bersama,” tandasnya.

Ditanya soal nomor urut tiga yang bakal diterima andai ditetapkan KPU sebagai paslon pada 28 September nanti, Kelana menyebut angka tersebut sangatlah istimewa. “Insyaallah nomor tiga adalah yang terbaik,” ucapnya.

Begitu pula dengan Astutik. “Saya melihat nomor tiga ini sesuatu bagi saya, di antaranya nomer ganjil, nomor yang dicintai Allah. Insyaallah, Allah Swt meridhai Kelana-Astutik untuk Sidoarjo Makmur,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Sidoarjo, Mukhamad Iskak, memastikan jika Kelana-Astutik lolos sebagai calon maka langsung mendapat nomor urut tiga.

“Itu kalau tidak ada kendala kesehatan dan adminitrasi. Tahap selanjutnya kampanye,” terang Iskak.

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo