Belum Ada SK Terbaru, Ansor Jatim Vakum Sejak 27 Februari

SIBUK URUSAN PILGUB: Khoirul Huda (kanan) bersama Rudi Tri Wahid. Ansor Jatim tak kunjung KOnferwil karena sibuk urusan Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
SIBUK URUSAN PILGUB: Khoirul Huda (kanan) bersama Rudi Tri Wahid. Ansor Jatim tak kunjung Konferwil karena ‘ketua’ sibuk urusan Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

Terkuak! Sejak 27 Februari 2018 kepengurusan Ansor Jatim vakum. Rudi Tri Wahid dinilai lebih sibuk urusan Pilgub Jatim, ketimbang menjalankan mandat organisasi untuk menggelar Konferwil.

DITUTUPI seperti apapun, disamarkan dengan cara bagaimanapun, ‘aroma tak sedap’ di tubuh Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim terkait tarik ulur Konferensi Wilayah (Konferwil) akhirnya terkuak juga.

Secara organisasi, sejak 27 Februari 2018 kepengurusan PW GP Ansor Jatim di bawah kepemimpinan Rudi Tri Wahid sebenarnya sudah vakum, seiring berakhirnya SK Penunjukkan Nomor 0933/PP/SK-01/XII/2017 dari Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

Hal itu ditegaskan (mantan) Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim hasil SK Penunjukan, Khoirul Huda. “Ya (status kepengurusan) vakum! Sebelum ada SK yang terbaru maka ya kosong kan!” tegasnya saat dihubungi Barometerjatim.com, Selasa (17/4) malam. Berikut kutipan wawancaranya:

Ansor Jatim semakin ramai saja ini seiring tarik ulur Konferwil..
He..he.. Ya kalau Ansor Jatim, kita (pengurus) tanggal 27 (Februari 2018) kemarin habis kan perpanjangan, ya posisi sekarang kita menunggu PP.

Saat ini kepengurusan vakum dong?
Ya vakum! Sebelum ada SK yang terbaru maka ya kosong kan! Sampai saat ini memang secara riil kita kan belum menerima (SK penunjukan lagi). Ketua (Rudi) kan belum menunjukkan, apakah itu diperpanjang kembali atau diapakan oleh PP, kan sampai saat ini belum.

Memang, malam ini ketua sama Gus Abid (Mohammad Abid Umar Faruq/sekretaris) dipanggil (ke Jakarta). Sekarang (keduanya) ada di kantor PP.

Artinya Rudi dan jajarannya sejak 27 Februari 2018 bukan lagi pengurus Ansor Jatim?
Kalau secara SK tertulis, memang kita tak ada pasca 27 Februari, karena itu hasil perpanjangan mulai 26 Desember 2017. Pasca 27 Februari sampai sekarang kita belum melihat, atau mendapat berita apakah statusnya diperpanjang lagi atau diapakan.

Karena dalam klausul perpanjangan kemarin, sebetulnya untuk menyiapkan Konferwil. Tapi sampai saat ini  Konferwil tak kunjung ada Konferwil.

Anda kan wakil ketua, kenapa pengurus yang dibentuk lewat SK Penunjukan tidak segera menyiapkan Konferwil?
Sebetulnya pasca menerima SK perpanjangan itu, kita sudah bentuk ketua panitia Konferwil. Tapi hingga SK perpanjangan habis Konferwil belum terlaksana.

Apa penyebabnya?
Berbagai macam-lah, apa namanya.. alasan, karena satu sisi ketua juga belum memberi instruksi waktu itu.

Belum memberi instruksi atau karena Rudi sibuk dengan urusan tim pemenangan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim?
Ya mungkin juga, kan begitu, he..he..

Bukankah Rudi terlihat memberikan dukungan untuk Gus Ipul-Puti saat undian nomor urut, pakai jas Ansor lagi..
Betul.. Betul.. Sama Gus Thamim, karena waktu itu Gus Thamim sudah tidak jadi sekretaris digantikan Gus Abid. Tapi dia datang karena PKB-nya.

Melihat itu semua, apakah Rudi sengaja ‘dipasang’ Gus Ipul sebagai ketua Ansor hingga urusan Pilgub selesai?
Kita tidak tahu kalau ada skenario seperti itu, karena itu ranahnya PP. Tapi sebetulnya yang terjadi di PC-PC mereka pada tanya, mereka gelisah karena ini urusan organisasi yang seharusnya berjalan tapi tidak.

Di tingkatan PC-PAC kan urusannya dengan PW. Sebab, kalau setelah Konfercab rekomendasinya dari PW, kemudian PAC SK-nya juga dari PW. Teman-teman cabang banyak yang telepon, giman ini..

• Baca: Tak Kunjung Konferwil, Ansor Jatim Jadi ‘Kendaraan’ di Pilgub

Saya sebagai wakil ketua yang membidangi, lalu tanya ke ketua PW, kemudian tanya juga ke PP apakah mau diperpanjang lagi, di-caretaker atau bagaimana itu ranahnya PP. Tapi faktanya di lapangan memang PW Jatim sekarang kondisinya kayak begini. Ini fakta kan!

Fakta yang enggak perlu ditutupi..
Betul.. betul. Dan konsolidasi di tingkatan kepemimpinan atau kepengurusan memang tidak ada lagi pasca itu. Apalagi masa kampanye ini, karena apakah ketua juga masuk ke dalam struktur tim kampanye paslon, kita juga tidak tahu karena dia memang tidak pernah ngomong ke kita.

Baik. Bisa dipertegas, sekarang ini anda masih wakil ketua atau mantan wakil ketua?
Kalau menurut SK kita ini ya mantan, he.. he.. Kita ini secara tertulis habisnya pada 27 Februari lalu. Tinggal malam ini, kita tidak tahu apakah ketua sama Gus Abid dipanggil ke PP disuruh untuk Konferwil atau diperpajang lagi. Itu ranah PP.

Sampai detik ini belum ada kabar dari keduanya?
Belum.. belum.. belum..

Soalnya isunya mulai liar ini..
Iya, karena ini enggak khusnul khotimah, he.. he.. Kita merasa begitu. Kalau PC-PC menelepon, ya kita mohon maaf karena kondisi PW sedang kayak begini. Apakah dominan ke politiknya, apakah ngurusi organisasinya, walupun tidak seyogyanya begini karena barometer Ansor itu ya di Jatim.

• Baca: Abaikan Konferwil, Gus Fahrur: Kepengurusan Ansor Jatim Ilegal

Itu yang kita sayangkan. Saya kira ketua Rudi selama ini untuk mengonsolidasikan ya kurang. Sehingga kalau (pengurus) diajak kampanye semua, terus yang ngurusi organisasi siapa. Minimal ya harus ada yang jaga gawang dan macam-macam lah.

BERSAMA BUPATI ANAS: Pengurus PW GP Ansor Jatim saat bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
BERSAMA BUPATI ANAS: Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim saat bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

Kalau besok ada SK penunjukan lagi dan tidak ada perintah Konferwil, bukannya itu preseden buruk bagi Ansor, khususnya Jatim?
Sebenarnya itu diskusi kita. PW mendesak lah, karena kepentingan organisasi itu kan tidak boleh kita hubung-hubungkan dengan Pilkada. Kita ini bukan organisasi atau partai politik.
Tapi kelihatannya di sisi itu (urusan Pilkada) lebih dominan gitu lho.

Sehingga ya kayak begini, padahal ketua panitia Konferwil sudah terbentuk. Tapi kelihatannya ketua kok rodok (agak) berat melakukan ya.

Anda melihat Rudi tidak mau menggelar Konferwil atau ada intervensi dari pihak lain?
Saya kira ya bisa dibaca-lah, ha.. ha..

Bukannya pengurus yang bisa lebih detail membaca situasi?
Ya, kalau kita.. ya sebetulnya (Konferwil) itu kemauan PC-PC untuk segera mengakhiri masa khidmat. Masalah politik dan lainnya itu urusan kedua, urusan pertama tetap organisasi. Suara terbanyak kan di teman-teman PC, tapi terkadang kita ini kan sungkan dan lainnya.

Karena faktor NU-nya?
He.. he.. Iya-lah! Kan anda juga tahu.

Mau demo enggak pantas karena urusan dengan para kiai dan gus?
Lha anda kan juga sudah paham, ini Jawa Timur, he..he.. Sehingga ya kasak-kusuk saja.