Jumat, 20 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Belanja Parpol, Gus Ipul ‘Menyerah’ pada Gerindra

Berita Terkait

BEDA JALUR: Kandidat Cagub, Saifullah Yusuf (kiri) dan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad. Kemungkinan tak akan satu barisan di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ‘menyerah’ pada Partai Gerindra. ‘Belanja Parpol’ yang dilakukannya sejak 1 Juni lalu berakhir dengan menyisakan Parpol besutan Prabowo Subianto tersebut.

Rupanya, Gus Ipul sadar betul kalau Gerindra yang memiliki 13 kursi di DPRD Jatim sama sekali ‘tak tergoda’ untuk mengusungnya di Pilgub Jatim 2018.

“Gerindra dari awal kan sudah punya sikap yang.. eh, apa.. Punya sikaplah. Paling tidak DPD di sini sudah punya sikap dari awal, ya jadi saya belum punya kesempatan untuk komunikasi,” katanya usai menghadiri paripurna DPRD Jatim, pekan lalu.

• Baca: Sebulan ‘Belanja Parpol’, Gus Ipul Dapat Jaket dan Senyuman

Ya, belakangan ini Gerindra Jatim yang dari awal berkomitmen menolak calon tunggal, memang semakin terbuka memberi sinyal tak akan mendukung Gus Ipul.

“Hari ini kan yang sudah declare untuk maju adalah Gus Ipul. Karena baru satu, kita tak akan ikut mendukung-lah. Sebab, kami menolak ide calon tunggal,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad pada wartawan, beberapa waktu lalu.

“Survei membuktikan bahwa mayoritas masyarakat, yakni 80 persen, menolak calon tunggal. Hal itu sudah cukup menjadi alasan bagi Gerindra.”

Sadad juga mengkritisi klaim Gus Ipul yang ditunjuk kiai untuk mewakili kader NU di Pilgub Jatim 2018. “Gus Ipul mengklaim dirinya yang ditunjuk para kiai. Tapi apa? Apa dalam bentuk surat? Apa dalam bentuk fatwa yang disampaikan secara terbuka oleh para kiai kepada publik? Kita tak pernah tahu, tiba-tiba Gus Ipul mengklaim dirinya yang ditunjk para kiai,” katanya.

• Baca: Diinginkan Rakyat Jatim, Khofifah Tak Boleh ‘Tutup Mata’

Nah, statement Sadad yang ‘menjurus’ penolakan itu membuat Gus Ipul memilih mengakhiri safari politik untuk mengajak seluruh Parpol ber-holopis kuntul baris mendukunganya di Pilgub Jatim 2018 dengan menyisakan Gerindra.

Bagaimana dengan PKS? Diam-diam Gus Ipul sudah berunjung di penghujung Ramadhan lalu, tanpa Abdul Halim Iskandar dan pengurus DPW PKB yang selama ini rajin menemaninya mencari dukungan.

“Kalau PKS kan saya sudah berkunjung, namun memang tak didampingi Pak Halim karena persoalan waktu. Akhirnya saya berangkat sendiri, karena komunikasi dengan PKS sebelum ini memang bagus, sudah jalan,” kata Gus Ipul.

• Baca: Cak Imin Khawatir Masa Depan PKB, Bukan NU

Hal itu dibenarkan Ketua DPW PKS Jatim, Arief Hari Setiawan. Menurutnya, pertemuan membicarakan ajakan politik Gus Ipul agar PKS mau bergabung dalam gerbong pencalonan dirinya.

Meski demikian, pertemuan yang berlangsung di kantor DPW PKS Jatim itu belum menyepakati keputusan apapun, terutama terkait dukungan PKS terhadap bakal Cagub dari PKB tersebut.

“Kami hanya sebatas menerima dan melanjutkan isi pembicaraan tersebut kepada DPP dan DPP nantinya yang akan memutuskan,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -