Bara JP: Kasihan Khofifah Di-bully, Sebaiknya Sekda Mundur!

BARA JP BELA KHOFIFAH: Gianto Wijaya berbisik kepada Khofifah dalam satu kesempatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/DOK
BARA JP BELA KHOFIFAH: Gianto Wijaya berbisik kepada Khofifah dalam satu kesempatan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dalam sepuluh hari terakhir, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjadi bulan-bulanan warganet gara-gara pesta ulang tahun (ultah). Bahkan muncul hastag #TangkapGubernurJatim dan trending di Twitter, Jumat (28/5/2021).

Melihat situasi tersebut, Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Jatim, Gianto Wijaya merasa kasihan dan meminta Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono tahu diri dengan mundur dari jabatannya karena dia yang membuat acara.

“Sebaiknya, sebagai Plh yang sudah waktunya pensiun, tahu diri dan legowo untuk mudur. Supaya Ibu Khofifah ini jangan disangkut-sangkutkan. Ibu Khofifah jangan menjadi korban,” katanya kepada Barometerjatim.com, Sabtu (29/5/2021).

Apalagi, tandas Gianto, Heru sendiri yang mengatakan kalau dirinya yang mempunyai ide melaksanakan acara yang disebutnya dadakan tersebut.

“Maka yang gentle-lah! Tahu diri, mundur sebagai bentuk tanggung jawab. Kasihan ibu saya ini. Beliau orang baik, tapi sekarang jadi bully-an seluruh masyarakat Indonesia lho. Jelek sekali jadinya (reputasinya).

Gianto bereaksi keras, lantaran Bara JP merupakan salah satu elemen pendukung Khofifah-Emil Elestianto Dardak saat memenangi Pilgub Jatim 2018.

“Bara JP waktu ikut mendukung Bu Khofifah enggak ada ceritanya Pak Heru ikut berjuang, enggak ada! Tapi sekarang dia yang memulai kekacauan ini, maka sebaiknya mundur, kasihan ibu saya,” tegasnya.

‘Pasang Badan’ Tak Mempan

Seperti diberitakan, Heru mengakui kalau pesta ultah Khofifah merupakan idenya. ““Idenya (acara) dari saya, selaku pimpinan OPD-OPD. Karena apa? Ibu gubernur selalu memperhatikan stafnya,” katanya di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (21/5/2021).

Heru juga menegaskan kalau Khofifah tidak tahu menahu soal acara tersebut. Dia dan para OPD, hanya ingin memberi surprise terhadap atasan yang disebutnya selalu memperhatikan bawahan.

“Karena itu, Ibu Gubernur tidak tahu hal ini. Kita lakukan dengan jumlah terbatas dan semuanya sudah di-swab secara rutin. Kami, OPD, dan seluruh staf yang ada di OPD di-swab rutin,” ucapnya.

Namun pasang badan Heru tak mempan dan Khofifah terus di-bully warganet serta mendapat reaksi keras dari sejumlah kalangan. Puncaknya, Jumat (28/5/2021), hastag #TangkapGubernurJatim trending di Twitter.

Rata-rata warganet menghujat Khofifah dengan berbagai meme dan meminta penegak hukum bertindak adil. Tak sedikit pula yang membandingkan dengan Habib Rizieq Shihab, yang divonis 8 bulan penjara dalam perkara kerumunan di Petamburan dan denda 20 juta atas kerumunan di Megamendung.

» Baca Berita Terkait Gaduh Ultah Khofifah