Bansos PKH Menuju 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat

HANGAT DAN AKRAB: Mensos Khofifah Indar Parawansa memeluk hangat peserta PKH non tunai di sela pencairan di di Pendopo Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (19/6). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Pemerintah sangat fokus dan serius dalam menyiapkan Program Keluarga Harapan (PKH) menuju 10 juta penerima pada 2018. Apalagi di 2019 memiliki target inklusi keuangan secara nasional mencapai 75 persen dan PKH merupakan salah satu alat untuk mencapai target tersebut.

Itulah alasan utama mengapa Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tak mengendurkan semangat kerjanya meski mendekati Hari Raya Idul Fitri. Bukannya berkurang, malah kian padat. Selama sepekan terakhir, sedikitnya sembilan titik pencairan PKH telah didatangi: Ciamis, Cilacap, Banyumas, Magelang, Wonosobo, Surabaya, Bangkalan, Sampang dan Sidoarjo.

• Baca: Lima Bulan ‘Gerilya’ Utang, Hasniah Terharu Terima PKH

“Saya harus memastikan proses pencairan berjalan lancar,” ujar Mensos usai meninjau pencairan PKH di Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kecamatan Waru, Senin (19/6). Di Kabupaten Sidoarjo jumlah penerima PKH mencapai 23.490 KPM dengan nilai bansos Rp 45,263 miliar lebih.

Selain itu, kata Khofifah, “Data selalu up date, infrastuktur perbankan siap, pendamping mumpuni, demikian juga SDM perbankan siap memberikan layanan terbaik kepada penerima bansos hingga sebaran agen bank yang menjadi ujung tombak penyaluran bantuan sosial PKH.”

Menurut Khofifah, penyaluran bansos PKH non tunai menggunakan sistem perbankan terbukti telah berkontribusi besar dalam mendongkrak inklusi keuangan di Indonesia.

• Baca: Hari Pertama Puasa, Mensos ‘Tancap Gas’ di Kampung Badui

“Pada 2017 jumlah penerima PKH 6 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menyumbang 9 persen. Jika penerimanya diperluas jadi 10 juta KPM maka menyumbang 15,6 persen pada tahun 2018,” paparnya.

Melalui bansos non tunai, Kata Khofifah, masyarakat diajak untuk berkenalan dengan perbankan beserta produk-produknya. Diharapkan dalam jangka panjang ada perubahan pola pikir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.