Bangun Monorel, Pemkot Malang-ITC Teken Kerjasama

URAI KEMACETAN: Moch Anton, keberadaan monorel akan menjadi salah satu moda transportasi massal untuk mengurai kemacetan dalam kota. (Istimewa)

MALANG, Barometerjatim.com – Kerjasama pembangunan membangun monorel di Kota Malang untuk mengurai kemacetan lalu lintas diteken Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Konsorsium PT Indonesia Transit Center (ITC), Rabu (18/1/2017).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Direktur PT ITC, Sukmawati Syukur dan Walikota Malang, Moch Anton di ruang Balai Sidang Kota Malang.

Untuk tahap awal dilakukan kesepakatan penyusunan kajian pra-feasibility study (FS) rencana pembangunan monorel menjadi pijakan bisa tidaknya monorel dibangun di Kota Malang. FS tersebut diperkirakan berlangsung selama  enam bulan.

“Jika hasil FS sesuai dan memungkinan, langkah selanjutnya adalah penyusunan rute monorel yang perlu dikoordinasikan dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” ujarnya Sukmawati.

Dia menuturkan, pembangunan monorel diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 15-20 juta dolar AS per kilometer. Dalam rencana yang sudah disusun monorel akan dibangun hingga 8,2 km, sehingga nilai investasi yang akan ditanamkan di Kota Malang sekitar 200-300 juta dolar AS.

Untuk jalur prioritas tahap pertama, lanjut Sukmawati, sepanjang 8,2 kilometer. Jika terealisasi maka untuk menyambung sepanjang 40 kilometer lebih mudah. “Kami tidak bisa memproduksi sendiri. Kami akan menggandeng pihak asing,” ucapnya.

Partner Konsorsium PT ITC yakni perusahaan asal Amerika Serikat atau China dan Jerman atau Singapura. Nama partner itu akan resmi diumumkan setelah ada penetapan rencana pembangunan.

Sementara Anton mengatakan langkah penandanganan MoU itu merupakan hal menggembirakan. Keberadaan monorel itu nanti menjadi salah satu moda transportasi massal untuk mengurai kemacetan dalam kota.

“Monorel ini nanti akan mempercantik wajah Kota Malang dan itu menjadi salah satu solusi yang tidak mematikan usaha angkutan lain di daerah ini. Sebab sasaran monorel, angkutan kota serta taksi berbeda,” jelasnya.

Dalam rencana kajian awal, katanya, ada lima tahapan yang bakal dilalui yakni kajian hukum, kelayakan teknis, kelayakan proyek secara ekonomi dan finansial, lingkungan dan sosial, serta kajian lain yang mungkin muncul di luar yang telah disebut.

Jika sesuai rencana, proyek monorel tahap satu bisa tuntas dalam dua tahun. Namun masih akan melalui tahapan-tahapan karena investasinya cukup besar. Nanti dikaji lagi apakah monorel ini cocok atau tidak di Kota Malang.• roy/ara