Bangun JKSN, Khofifah Tolak Masuk Timses Jokowi di Jatim

BERGERAK DI LUAR TIMSES: Khofifah, pilih memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 lewat Jaringan Kiai dan Santri Nasional. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
BERGERAK DI LUAR TIMSES: Khofifah, pilih memenangkan Jokowi-Kiai Ma’ruf di Pilpres 2019 lewat Jaringan Kiai dan Santri Nasional. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara soal namanya yang dimasukkan ke Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin wilayah Jatim.

Khofifah mengaku tak pernah dikonfirmasi sebelumnya. Tapi andai dikonfirmasi pun, dia akan menolak karena sejak awal memilih bergerak untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf lewat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang dibangunnya berskala nasional, bukan sebatas regional Jatim.

“Saya sebetulnya ingin lebih fokus pada jaringan kiai santri saja,” kata Khofifah usai menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1440 H di Lapangan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (20/9) malam hingga Jumat (21/9) dinihari.

• Baca: Usai Direvisi, Ada Khofifah-Emil di Timses Jokowi-Ma’ruf Jatim

“Saya sudah mengkomunikasikan dengan teman-teman, tidak hanya di Jatim, terutama dari sembilan provinsi yang basis votersnya signifikan. Rasanya kami akan membangun komunikasi ala kami.”

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan, dengan bergerak lewat JKSN, dia merasa lebih fleksibel membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Apalagi Khofifah juga Ketum PP Muslimat NU yang memiliki struktur hingga ke level dusun.

“Lebih baik saya tidak pada posisi regional (Jatim), karena jaringan yang bisa kami maksimalkan tentu tak hanya Jatim. Saya merasa akan lebih efektif kalau masuk jaringan nasional, yakni jaringan kiai santri nasional,” tandasnya.

• Baca: Gerindra: Pilpres 2019 Kompetisi Elite Lawan Akar Rumput

Langkah Khofifah yang tak mau masuk tim juga sudah disampaikan ke Jokowi-Kiai Ma’ruf usai mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu. “Kepada tim, saya menyampaikan, tolong saya tidak usah dimasukkan, supaya saya bisa lebih fleksibel membangun komunikasi dengan banyak komunitas di Jatim,” paparnya.

Sebenarnya, dalam Lampiran SK Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf No 016-A/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 tidak ada Khofifah maupun Wagub terpilih, Emil Dardak. Namun usai penyerahan SK, mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin yang ditetapkan sebagai ketua merevisi struktur timses.

“Ada revisi sedikit, Dewan Penasihat ditambahi Gubernur terpilih Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Dewan Pengarah ada Wakil Gubernur terpilih Jatim, Mas Emil Dardak,” katanya usai penyerahan SK di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim Jalan Kendangsari Surabaya, Rabu (19/9) malam.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Jokowi-Ma’ruf Amin, Pilpres 2019