Bangun Demokrasi Keluarga, Khofifah: Teladani Nabi Ibrahim

SAPI KURBAN: Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sapi kurban di Masjid Al Akbar, Rabu (22/8). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP
SAPI KURBAN: Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sapi kurban di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (22/8). | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Banyak hikmah yang bisa dipetik umat Islam dari berkurban di Hari Raya Idul Adha. Salah satunya yakni membangun demokrasi dalam keluarga, seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim As.

Ketika Ibrahim mendapat perintah dari Allah Swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail As lewat mimpi, hal itu tidak serta merta dilakukan tapi didahului proses komunikasi antara ayah dan anak.

“Seluruh orang tua sebaiknya mengajak anaknya diskusi. Menurut saya itu adalah refleksi yang juga patut kita petik,” kata Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa usai melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (22/8).

• Baca: Pagi Ini, Khofifah Shalat Idul Adha di Masjid Al Akbar

Dalam konteks kekinian, lanjut Khofifah, nilai demokrasi dalam keluarga kerap terlewat. Padahal, demokrasi menjadi salah satu pondasi dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

“Demokrasi dalam keluarga itu sudah selayaknya dibangun, dengan saling menghormati dan menghargai pendapat di antara anggota keluarga,” tandasnya.

Hikmah lainnya, yakni potret ketakwaan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah dengan dasar keimanan. “Perintah itu dilaksanakan dengan ikhlas oleh Nabi Ibrahim dengan dasar keimanan yang kuat,” tambahnya.

• Baca: Gara-gara Mercon, Sapi Kurban di Surabaya Terjun ke Sungai

Khofifah melaksanakan shalat Idul Adha ditemani tiga anaknya, Patimasang, Jalaluddin Mannagali dan Yusuf Mannagali. Secara simbolis, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban yang diterima Direktur Tarbiyah Masjid Al Akbar, Abdul Said Syarifuddin.

“Kurban ini kembali akan jadi penguat kepedulian sosial kita. Bahwa pembagian hewan kurban bukan hanya untuk masyarakat muslim, tapi untuk seluruh masyarakat terutama mereka yang kurang mampu dan kurang gizi,” paparnya.

• Baca: Nasdem Bantah Tarik Simpati Warga NU Lewat Sapi Kurban

Selain itu, menurut Khofifah, ada sesuatu yang baru di Masjid Al Akbar yakni sistem pembagian daging kurban. Masyarakat tidak lagi mengambil daging lewat pemberian kupon, tapi didistribusikan menurut peta kekurangan gizi.

Selain itu, hewan kurban tidak dipotong di hari H Idul Adha tapi di hari pertama tasyrikh. “Dimana ini akan dijadikan wisata kurban, dan kembali ada edukasi serta pencerahan kepada masyarakat,” pungkas Khofifah.