Balik Dukung Khofifah-Emil, Gus Fahrur Pamit ke Kiai Mutawakkil

BALIK DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Gus Fahrur bersama AHY, tinggalkan Gus Ipul-Puti balik dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
BALIK DUKUNG KHOFIFAH-EMIL: Gus Fahrur bersama AHY, tinggalkan Gus Ipul-Puti balik dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekali lagi, Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) balik arah terkait dukungan di Pilgub Jatim 2018. Kali ini forum yang diketuai KH Fahrurrozi (Gus Fahrur) itu meninggalkan pasangan Gus Ipul-Puti dan balik mendukung serta siap memenangkan Khofifah-Emil Dardak.

Keputusan ‘banting stir’ ini dipicu puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai mengandung unsur penistaan agama, karena membandingkan syariat Islam dengan sari konde dan adzan dengan kidung, terutama di internal kiai kampung. Sementara Puti adalah keluarga Sukmawati.

“Bagi kiai kampung, puisi Bu Sukma itu sulit dimaafkan. Apalagi background kiai kampung kan tradisional, pegangannya kitab Sulam Safina. Bahwa murtad itu ada tiga: Tindakan, ucapan dan hati. Bu Sukma itu termasuk murtad lisan,” jelasnya saat dihubungi wartawan, Kamis (5/4).

• Baca: Kiai Pendukung Gus Ipul: Kiai Mutawakkil Langgar Khitthah NU

Karena itu, tambah Gus Fahrur, kiai kampung memutuskan untuk mendukung calon pemimpin yang tidak terkontaminasi dengan penghinaan terhadap agama. “Lha sopo maneh lek gak Bu Khof dan Mas Emil (Siapa lagi kalau bukan Khofifah-Emil),” tandasnya.

Meski balik mendukung Khofifah-Emil, secara etika politik Gus Fahrur juga sudah pamit ke Ketua PWNU Jatim, Hasan Mutawakkil ‘Alallah yang selama ini dikenal sebagai ‘motor utama’ kiai struktural pendukung Gus Ipul-Puti.

“Saya sudah pamit ke Kiai Mutawakkil. Saya juga sudah pamit ke kiai saya, Kiai Kafabihi Lirboyo. Bagi saya itu etika karena saya santri kok, ya tetap pamit. Ada WA-nya,” katanya.

• Baca: Kiai Muhlis: Gus Fahrur Tak Tahu Aturan, Itu Bahaya!

Kiai Kafabihi, kata Gus Fahrur, bahkan berpesan agar membantu kedua-duanya. “Dan saya merasa pembelaan saya terhadap Gus Ipul kemarin itu sudah ngerumat,” katanya.

“Sekarang saya akan ikut Bu Khof, sehingga nanti kalau beliau terpilih saya bisa usul tentang keagamaan. Fungsinya kiai kan di situ,” tambahnya.

Saat ditanya apakah tidak ada maksud lain, misalnya bakal meminta proyek kalau Khofifah-Emil menang, Gus Fahrur menegaskan, “Ya enggak ada, yang ada proyek akhirat,” katanya sambil tersenyum.