Baguss: Khofifah Makin Dihujat, Elektabilitasnya Makin Kuat!

SARASEHAN BAGUSS: Yusub Hidayat (kiri) saat acara silaturahim dan saresehan Baguss. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SARASEHAN BAGUSS: Yusub Hidayat (kiri) saat acara silaturahim dan saresehan Baguss. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pesta ulang tahun (ultah) Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parwansa yang berbuntut hujatan dari warganet dipandang pengamat politik sebagai accident electoral alias kecelakaan elektoral.

Namun Barisan Gus dan Santri (Baguss) — salah satu elemen pendukung Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 — tak sependapat, dan menyebut elektabilitas Khofifah justru semakin tinggi, semakin kuat menuju tahun politik 2024.

“Saya rasa itu tidak akan mempengaruhi elektabiltas Bu Khofifah, karena beliau ini punya jejaring luar biasa, pendukungnya sangat loyal dan militansinya tinggi,” kata Sekjen Baguss, Yusub Hidayat, Kamis (27/5/2021).

Justru, tandasnya, berbagai hujatan dari warganet akan semakin memperkuat elektabilitas, karena publik sudah tahu kesahajaan dan kepedulian gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Termasuk dalam kegiatan kemasyarakatan yang dihadiri Khofifah, selalu ada nuansa anak yatim dan spiritual. Ini yang disebut Yusub menjadi perekat para pendukung dan akan terus menaikkan elektabilitas Khofifah.

“Kalau ada yang mengatakan elektoralnya turun, saya bilang ndak! Saya yakin, optimistis, peristiwa itu akan membuat orang semakin mencintai dan menyayangi Bu Khofifah karena beliau terzalimi,” katanya.

Terzalimi? “Ya, karena pemberitaan acara dadakan yang Bu Khofifah sendiri tidak tahu itu, justru dimanfaatkan pihak tertentu yang dibuat seolah-olah Bu Khofifah melakukan kesalahan besar,” ujarnya.

Meski diperlakukan demikian, menurut Yusub, Khofifah tetap menunjukkan sebagai pemimpin yang berjiwa besar dengan meminta maaf karena tak ingin situasi Jatim terganggu di tengah upayanya menanggulangi Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

“Jarang seorang pemimpin meminta maaf secara terbuka kepada publik. Selain itu, Bu Khofifah sudah menjelaskan secara jlentreh, bahwa kegiatan itu acara untuk anak yatim. Di luar itu, beliau tidak tahu menahu, apalagi menyetujui,” kata Yusub.

“Artinya, kalau ada pihak tertentu yang memanfaatkan isu ini, bagi kami tidak mempengaruhi banyak hal terhadap elektoral Bu Khofifah. Justru semakin dihujat, elektoralnya semakin tinggi, semakin kuat,” ucapnya.

Khofifah, kata Yusub, juga tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Dia tetap menjalankan tugas rutin sebagai gubernur, termasuk baru-baru ini road show ke pesantren untuk memantau langsung santri yang balik ke pondok.

Sebelumnya, Direktur Utama Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo menilai imbas pesta ultah Khofifah sebagai kecelakaan elektoral yang berpengaruh pada elektoralnya menjelang 2024, baik dalam konteks Pilgub Jatim maupun Pilpres 2024.

“Besar atau kecil, pasti akan sangat berpengaruh pada persepsi publik terhadap Bu Gubernur, meskipun Sekda (Heru Tjahjono) sudah pasang badan seperti itu. Tapi suasana sekarang ini kan sensitif, apalagi masih terkait dalam polemik pro-kontra larangan mudik,” papar Mochtar.

“Maka ketika ada pejabat tinggi, apalagi sekelas gubernur menggelar ‘pesta’ yang tidak sensitif seperti itu, ya tentu wajar mendapatkan respons begitu luar biasa dari netizen, dari publik. Ini pasti sedikit banyak akan berpengaruh terhadap elektoral beliau,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Ultah Khofifah