Awasi Kampanye, Ada Panwaslu di Sidoarjo Tak Pakai Masker!

TAK BERMASKER: Salah seorang pengawas tak bermasker saat mengawasi kampanye paslon di Kecamatan Tarik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TAK BERMASKER: Salah seorang pengawas tak bermasker saat mengawasi kampanye paslon di Kecamatan Tarik. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Ironis! Di saat Bawaslu Sidoarjo gencar menegakkan protokol kesehatan (prokes) kampanye paslon — bahkan telah memanggil ketiga paslon terkait dugaan pelanggaran prokes — justru didapati petugas Panwaslu tak bermasker saat mengawasi kampanye.

Hal itu diketahui ketika kampanye salah satu paslon di kawasan Kecamatan Tarik, Selasa (27/10/2020) sore. Seorang pria berkaus dan bertopi hitam berlogo Bawaslu bertuliskan Panwaslu Desa/Kelurahan, terlihat keliling mengawasi kampanye tanpa menggunakan masker.

Sesekali, pria yang namanya tertulis di sisi kanan topi yang dikenakannya tersebut bersama pengawas lainnya, terlihat asyik berbincang dengan sejumlah panitia kampanye.

Sebenarnya, ada sekitar 10 orang berseragam Bawaslu. Namun hanya satu yang terlihat tak memakai masker, sedangkan tiga sampai empat lainnya bermasker tapi lebih sering ditaruh di dagu alias tidak dipakai sesuai peruntukannya.

Dikonfirmasi adanya petugas Panwaslu yang tak bermasker saat mengawasi kampanye paslon, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidoarjo menyatakan akan melakukan evaluasi.

“Terima kasih atas informasinya, dan akan jadi koreksi serta pembelajaran bagi kami,” ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha kepada wartawan.

Menurut Agung, Panwaslu memang diberikan kewenangan langsung selama 24 jam untuk menjaga, mengawasi, atau mendisiplinkan terkait prokes agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir di tengah pelaksanaan Pilkada 2020.

“Terutama petugas di lapangan, harus diperhatikan protokol kesehatannya,” jelasnya.

Sedangkan terkait temuan di kawasan Kecamatan Tarik, pihaknya masih akan meminta keterangan Panwaslu kecamatan. Bawaslu juga bisa memberikan sanksi terhadap anggotanya yang terbukti tidak menggunakan masker.

“Kita lihat hasil dari teman-teman kecamatan nanti dalam menilai itu. Yang pasti, secara internal akan kami sampaikan sanksinya, sama dengan paslon kemarin,” ujar Agung.

Tiga Paslon Dipanggil

AWASI KAMPANYE: Salah seorang pengawas tak bermasker berbincang dengan panitia acara kampanye paslon. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
AWASI KAMPANYE: Salah seorang pengawas tak bermasker berbincang dengan panitia acara kampanye paslon. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sehari sebelumnya, Bawaslu Sidoarjo memanggil ketiga paslon yang berkontestasi di Pilbup Sidoarjo 2020 terkait dugaan pelanggaran prokes. Ketiganya yakni Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar (nomor urut 1), Ahmad Muhdlor Ali-Subandi (2), dan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik (3).

Mereka dinilai, selain banyak mendatangkan massa, juga lalai dalam penggunaan masker. Meski demikian, Agung mengatakan pelaksanaan Pilkada di masa pandemi memang terasa sulit. Sebab, para paslon juga harus menaati prokes sebagaimana PKPU Nomor 13/2020.

“Memang diakui atau tidak, Pilkada tahun ini sangat sulit. Penyelenggara maupun kreativitas dari tim kampanye dan paslon dituntut lebih menaati protokol kesehatan, karena di Sidoarjo ini kan masih zona oranye,” papar Agung.

Dalam pemanggilan tersebut, Bambang Haryo-Taufiqulbar dimintai keterangan soal dua video yang viral di masyarakat. Pertama, berkaitan dengan video seperti konser di garasi bus di kawasan Wonoayu.

Lalu video kedua berlokasi di pasar kaget Desa Becirongengor, Wonoayu, yang memperlihatkan paslon tengah berjoget bersama salah seorang warga di tengah kerumunan massa.

Muhdlor, juga turut dipanggil terkait video saat menghadiri acara shalawatan di salah satu rumah warga di kawasan Candi. Selain ada bagi-bagi uang, dia diperiksa karena membuka maskernya saat acara berlangsung.

Pun demikian dengan Kelana-Astutik yang dipanggil terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan, lantaran membuka maskernya saat bertemu pendukung.

JAGA PROTOKOL KESEHATAN: Peserta kampanye di Tarik mencuci tangan sebelum memasuki arena kampanye. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JAGA PROTOKOL KESEHATAN: Peserta kampanye di Tarik mencuci tangan sebelum memasuki arena kampanye. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo