Awas! Akun Lowongan Kerja Abal-abal Catut Nama Konjen AS

CATUT KONJEN AS: Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti akun lowongan kerja abal-abal yang mencatut nama Konjen AS, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
CATUT KONJEN AS: Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti akun lowongan kerja abal-abal yang mencatut nama Konjen AS, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Bukannya tobat! Residivis narkoba, Joko Susilo (37), warga Sememi Jaya Utara, Surabaya ini malah kembali berurusan dengan pihak kepolisian.

Kali ini Joko tidak lagi terlibat obat-obatan terlarang, melainkan melakukan penipuan lewat akun lowongan kerja abal-abal dengan mencatut nama Konjen Amerika Serikat (AS).

“Tersangka melakukan perbuatan pidana lagi setelah keluar dari penjara pada Maret lalu, kami menerima laporan pada November,” kata Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, Senin (10/12).

• Baca: Tagih Utang, Warga Blitar Malah Ketipu Kiai Palsu Rp 2,8 M

Arman menceritakan, setelah 10 tahun mendekam di Lapas Madiun karena kasus kepemilikan narkoba, tersangka bebas pada Maret 2018 dan membuat akun WhatsApp (WA) abal-abal.

Pada foto profil WA palsu itu, tersangka menggunakan logo Konjen AS yang di-download di internet untuk modus kejahatan.

“Akun WA tersebut juga menggunakan nama eks Staf HRD United States Consulate General (Konjen Amerika) berinisial BN,” jelas Arman.

• Baca: ‘Gus Sulapan’ Tipu Warga dengan Modus Gandakan Uang

Nah, lanjutnya, dengan berbekal akun WA abal-abal ini, tersangka menyebarkan pengumuman tentang lowongan kerja di Konjen AS yang berkedudukan di Surabaya.

Dalam pengumuman disampaikan, bagi para pelamar yang tertarik bekerja di Konjen AS, diminta menyiapkan foto copy dan dokumen asli sertifikat welding. Kemudian dua pasfoto ukuran 3×4; biaya administrasi USD 188 atau Rp 2 juta.

“Persyaratan ini untuk keperluan safety, seragam, kacamata, dan helm safety,” ungkap Arman.

• Baca: Yusuf Mansur Diminta Kembalikan Uang Semua Korban

Namun setelah uang ditransfer para korban, setidaknya dari pendalaman polisi tercatat ada enam orang korban, mereka tak kunjung diterima bekerja.

“Kerugiannya kalau dihitung, Rp 2 juta x 6 berarti Rp 12 juta,” rinci perwira dengan dua melati di pundak itu.

Iseng-iseng Berhadiah

PALSUKAN LOGO: Logo Konjen AS dipalsu untuk mengelabuhi pelamar kerja lewat akun lowongan kerja abal-abal, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
PALSUKAN LOGO: Logo Konjen AS dipalsu untuk mengelabuhi pelamar kerja lewat akun lowongan kerja abal-abal, Senin (10/12). | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANGol

Pihak Konjen AS yang merasa dirugikan karena perbuatan tersangka, juga melapor ke polisi. “Kami kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka, yang ternyata residivis kasus narkoba,” tegas mantan Kapolres Probolinggo itu.

Sedangkan tersangka, di hadapan penyidik mengaku dirinya memiliki keahian memoles logo Konjen AS agar terlihat tanpa cela alias tampak asli, karena belajar dari penjara.

• Baca: Eks Kades di Lamongan Tipu JCH dengan Biro Haji Abal-abal

Terlebih, sebelum ditahan karena kasus narkoba, tersangka pernah bekerja di kantor kedutaan milik AS selama dua tahun. Sehingga paham seluk beluk Konjen AS untuk meyakinkan para korban.

Tersangka juga mengaku aksinya ini hanya untuk iseng-iseng berhadiah. “Cuma untuk mencari perhatian saja,” dalihnya.

» Baca Berita Terkait Polda Jatim, Penipuan