Area Mal Cito Bakal Disulap Jadi RS Covid-19, Pedagang Menolak!

MENOLAK: Perkumpulan penghuni, pemilik dan pedagang Mal Cito menolak rencana pendirian RS Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com /ABDILLAH
MENOLAK: Perkumpulan penghuni, pemilik dan pedagang Mal Cito menolak rencana pendirian RS Covid-19. | Foto: Barometerjatim.com /ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rencana pendirian rumah sakit (RS) khusus pasien Covid-19 di area Cito (City of Tomorrow) menuai penolakan keras dari penghuni dan pedagang mal yang terletak di Bundaran Menanggal, Surabaya, tersebut.

Mereka cemas, jika RS Covid-19 beroperasi, maka mal yang sudah sepi karena pandemi tak kunjung landai akan semakin sepi. Penolakan disampaikan lewat aksi damai di dalam mal, Rabu (3/2/2021).

Menurut Ketua Perkumpulan Pemilik Penghuni dan Pedagang (P4) Mal Cito Surabaya, Totok Adi Prastyo, saat ini pedagang sudah stres karena pandemi sekarang ditambah lagi mal akan digunakan sebagai RS Covid-19.

“Kami pedagang jelas menolak!” tegasnya. “Belum beroperasi saja, akibat pemberitaan rencana RS darurat Covid-19, mal sudah sepi,” tandas Totok.

Tak hanya kekhawatiran soal sepi pengunjung, para pedagang juga cemas terhadap penularan virus mematikan tersebut kepada pengunjung mal dan para penjaga tenant.

Seperti diberitakan, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Siloam Hospital Group menyiapkan RS Covid-19 di area Mal Cito dan saat ini masih menunggu izin.

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana berharap izin rumah sakit darurat itu bisa terbit dalam beberapa hari ke depan. Sehingga, area Mal Cito yang disiapkan bisa beroperasi sebagai RS darurat Covid-19.

Saat ini, tutur Whisnu, sudah disiapkan kamar dengan single bed 105 unit dan kapasitas bisa dikembangkan sampai 186 unit. Begitu pula dengan delapan ICU disiapkan bisa ditambah sampai 16 ICU.

Hingga Rabu (3/2/2021), merujuk lama Infocovid.jatimprov.go.id, ada tambahan 53 kasus positif atau total kasus Covid-19 di Surabaya mencapai 20.002 kasus.

Rinciannya, 261 pasien masih menjalani masa perawatan, 18.444 pasien dinyatakan sembuh, dan 1.297 pasien  meninggal dunia.

Dalam indikator penyebaran kasus Covid-19 di Jatim, Surabaya masih dinyatakan sebagai zona oranye alias masih memiliki risiko sedang dalam penularan.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona