Ansor Lumbung Kaderisasi, Preseden Buruk Kalau Aklamasi!

HINDARI AKLAMASI: Fairouz Huda, pemilihan ketua Ansor aklamasi preseden buruk buat masa depan NU. | Foto: IST
HINDARI AKLAMASI: Fairouz Huda, pemilihan ketua Ansor aklamasi preseden buruk buat masa depan NU. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – 13 hari menunju Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim — setelah penantian panjang sejak 27 Desember 2017 — wacana aklamasi pemilihan ketua menggelinding kencang.

Di sisi lain, penolakan aklamasi pun tak kalah ‘nendang’. Di antaranya dari kader yang mantan Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Fairouz Huda.

Bagi Fairouz, aklamasi adalah ciri gagalnya sebuah organisasi dalam melahirkan kader yang memiliki mental gerakan dan kepemimpinan.

“Kalau itu terjadi pada Ansor, ya ini preseden buruk bagi masa depan NU. Karena Ansor adalah lumbung kaderisasi, yang menyiapkan pemimpin masa depan NU di setiap level,” katanya pada Barometerjatim.com, Senin (15/7/2019).

Menurut aktivis yang juga Koordinator Wilayah Jaringan Muda NU (Jarmunu) Jatim itu, rasanya tidak mungkin bagi organisasi sebesar Ansor hanya ada satu orang kader terbaik yang layak memimpin.

“Pasti banyak kader potensial yang siap memimpin. Cuma masalahnya, semua diberi kesempatan secara terbuka atau tidak?” katanya.

Jika kesempatan itu diberikan secara terbuka dan fair untuk seluruh kader Ansor di Jatim, lanjut Fairouz, maka akan banyak melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan di NU melalui Ansor. Itu juga menjadi prestasi bagi para pemimpin Ansor saat ini.

“Namun jika tertutup dan penuh dengan pertanyaan dalam setiap prosesnya, maka sudah pasti ada perencanaan hitam bagi para pihak yang miliki kepentingan sempit di Ansor, untuk merebut kepemimpinan Ansor dengan ‘dipaksakan’ aklamasi,” paparnya.

Di sisi lain, Fairouz juga berharap jangan sampai partai politik (Parpol) melakukan intervensi di Konferwil, apalagi merasa paling berhak menempatkan kader partainya memimpin Ansor.

“Jangan hanya berpikir tentang kepentingan taktis partainya, mohon juga pikirkan kepentingan strategis NU mengawal NKRI hingga kiamat nanti,” tegasnya.

Ayam Sayur atau Petarung

Sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Korwil Jatim, Sholahul Aam Notobuwono sudah mewanti-wanti agar tidak ada aklamasi dalam Konferwil yang akan digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad, Malang, 28 Juli 2019.

“Kita ini kan mencari pemimpin. Dalam mengelola organisasi, kita, kader Ansor, pingin tahu: Mana sih ayam petarung dan ayam sayur itu. Kuat-kuatan majulah, tarung!” kata tokoh muda NU yang akrab disapa Gus Aam tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah pimpinan cabang (PC) — termasuk PC GP Ansor Banyuwangi — mengharapkan aklamasi untuk Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid.

“Inginnya aklamasi menang Gus Abid gitu lho. Kegiatan Konferwil itu kan tidak hanya pemilihan ketua saja, ya proses kayak di NU-lah, Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi). Ya mengharapkan aklamsi untuk Gus Abid,” kata Sekretaris PC GP Ansor Banyuwangi, Mahbub Junaidi.

Ketua Karteker Ansor Jatim, Abdul Hakam Aqso juga menyatakan sangat mungkin aklamasi meski tak menyebut nama calon. “Oh, sangat mungkin!” tegasnya usai audiensi ke Dewan Penasihat Ansor Jatim, Abdul Halim Iskandar, 4 Juli 2019.

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim, Konferwil