Anggota Komisi D Nilai Tindakan Satpol PP Gegabah

GEGABAH: Anugrah Ariyadi, menyayangkan kinerja Satpol PP Kota Surabaya yang bertindak gegabah dengan melakukan razia terhadap permen merek Keras. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi menyayangkan kinerja Satpol PP Kota Surabaya yang bertindak gegabah dengan melakukan razia terhadap permen merek Keras alias permen dot.

“Tindakan Satpol PP itu berlebihan, karena Perda pengawasan makanan masih dibahas. Malah Pansusnya saja belum terbentuk di DPRD Kota Surabaya. Razia itu ternyata merugikan pelaku usaha yang legal dalam menjalankan bisnisnya,” katanya, Kamis (9/3).

Pernyataan Anugrah ini menyusul hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang memastikan permen merek Keras yang disita Satpol PP Kota Surabaya, Senin (6/3) lalu, tidak mengandung narkoba.

“Hasil uji lab terhadap sampel permen, dari 16 item kandungan yang diindikasi narkoba, semuanya negatif alias aman dikonsumsi,” kata Plt Kepala Balai BPOM Surabaya, Retno Kurpaningsih.

“Tidak mengandung metaphetamine dan amphetamine. Semunya negatif, permen-permen tersebut bebas narkoba.”

“Tindakan Satpol PP itu berlebihan, karena Perda pengawasan makanan masih dibahas. Razia itu ternyata merugikan pelaku usaha yang legal dalam menjalankan bisnisnya.”

Retno akan segera mengirim hasil uji laboratorium ini ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya selaku pemohon. “Dari hasil ini kami merekomendasikan kalau permen yang dimaksud aman dikonsumsi,” tandasnya.

Anugrah menambahkan, akibat razia permen yang diduga mengandung narkoba itu padahal aman dikonsumsi, membuat masyarakat cemas dan takut membeli jajanan tersebut.

“Bisa jadi mereka akan menuntut balik karena merasa dirugikan. Seharusnya, sebelum dirilis ke media massa, pihak Satpol PP memastikan dulu kandungan jajanan itu lewat uji laboratorium. Bisa lewat Balai BPOM,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan Pemkot Surabaya untuk segera merehabilitasi nama baik permen merek Keras agar masyarakat tidak lagi resah.

• Baca: Diduga Mengandung Narkoba, Ratusan Permen Dot Disita

Sementara Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya, AKBP Suparti mengaku belum merilis hasil uji laboratorium atas permen tersebut. “Nanti yang mengumumkan langsung kepala BNN (Komjen Budi Waseso),” tandas mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya itu.

Sebelumnya diberitakan, warga Surabaya dihebohkan razia Satpol PP Kota Surabaya terkait peredaran permen merek Keras yang diduga mengandung narkoba. Razia dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa.

Dalam razia itu, Satpol PP menyita 345 botol permen yang dijual di toko dan asongan di sekitar sekolah-sekolah dasar yang tersebar di 14 kecamatan.