AHY: Awasi Kecurangan! Amankan Suara Khofifah-Emil!

AMANKAN SUARA KHOFIFAH-EMIL: AHY bersama Khofifah menghadiri acara halal bi halal yang digelar Muslimat NU Nganjuk, Kamis (21/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
AMANKAN SUARA KHOFIFAH-EMIL: AHY bersama Khofifah menghadiri acara halal bi halal yang digelar PC Muslimat NU Nganjuk, Kamis (21/6). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

NGANJUK, Barometerjatim.com – Setelah Ketum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‘mengendus’ gelagat kecurangan di Pilgub Jatim dengan memanfaatkan aparat negara, kali ini giliran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak untuk mengamankan suara Khofifah-Emil Dardak, serta mengawasi setiap kecurangan yang terjadi.

“Mari satukan hati kita, sama-sama perluas pesan. Jangan sampai kita biarkan ada kecurangan,” kata AHY yang menjabat Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat saat menghadiri halal bi halal yang digelar PC Muslimat NU Nganjuk, Kamis (21/6).

“Jangan sampai di minggu ini ada yang menggembosi. Jangan sampai di hari H ada yang mencurangi kita. Tolak! Cegah! Laporkan segala bentuk kecurangan. Kalau untuk kebenaran, untuk keadilan kita jangan takut melawan siapapun,” tandasnya.

• Baca: Kawal Kemenangan Khofifah-Emil, AHY Ikut Turun ke Jatim

Secara khusus, eks Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning tersebut mengajak masyarakat Nganjuk untuk memilih sekaligus mengawal suara Khofifah-Emil.

“Mari kita yakinkan, kita maksimalkan waktu yang ada seminggu ini. Yakinkan bahwa tanggal 27 Juni bersama-sama, berbondong-bondong ke TPS coblos nomor satu. Yang paling penting tanggal 27 Juni datang ke TPS, pilih Ibu Khofifah dan Mas Emil,” pintanya.

Karena itu, lanjut AHY, seluruh relawan, simpatisan, pedukung dan Parpol pengusung maupun pendukung agar memaksimalkan waktu yang ada untuk menyapa dan menyosialisasikan program.

• Baca: Endus Kecurangan! SBY Minta BIN, Polri dan TNI Tetap Netral

Suami Annisa Pohan itu menambahkan, Jatim mendambakan kehadiran pemimpin yang benar-benar memahami masalah yang dihadapi masyarakat. Jatim membutuhkan pemimpin yang berpengalaman untuk mengikis ketimpangan antara kota dan desa.

“Tokoh itu, tentu Ibu Khofifah dan Mas Emil. Kami yakin jika memimpin Jatim, insyaallah rakyat Jatim semakin sejahtera dan bahagia. Ibu Khofifah adalah tokoh wanita yang tangguh dan luar biasa,” tegasnya.

AHY juga memuji peran Muslimat NU, organisasi yang dipimpin Khofifah. Menurutnya, Muslimat NU memiliki peran luar biasa karena menjadi soko guru di nasional. Maka tak berlebihan jika badan otonom perempuan NU tersebut memiliki posisi penting di berbagai bidang.