Ada Pusat Studi Indonesia-Tiongkok di UIN Sunan Ampel

UINSA SURABAYA: Launching Pusat Studi Indonesia-Tiongkok Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Selasa (18/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
UINSA SURABAYA: Launching Pusat Studi Indonesia-Tiongkok Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Selasa (18/9). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memiliki Pusat Studi Indonesia-Tiongkok yang masuk dalam Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Launching digelar di Ruang Amphitheater UIN Tower, Selasa (18/9).

Wakil Dekan I FISIP UINSA, Dr Abdul Chalik menuturkan, peluncuran ini wujud dari deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dengan Tiongkok di 2005. Salah satunya bermuara pada nota kesepahaman (MoU) Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) kedua negara.

“Kerjasama ini semakin mempererat hubungan kedua negara. Dari sisi pendidikan, Pusat Studi Indonesia-Tiongkok memberikan pemberlajaran politik, budaya dan ekonomi. Bahkan nanti juga ada pembelajaran budaya Islam Tiongkok,” papar Chalik.

• Baca: Soekarwo: 2/3 Kaum Intelektual Berasal dari PTS di Jatim

Selain itu, nantinya dalam kerjasama ini akan melakukan pertukaran pelajar. “Sudah ada 25 pelajar Tiongkok yang belajar di UINSA. Mudah-mudahan nantinya ada pelajar UINSA yang ke Tiongkok,” ungkapnya.

Chalik menambahkan, Bahasa Mandarin juga menjadi mata kuliah di fakultas ini khususnya di Program Studi Hubungan Internasional dan sudah dua tahun inimenjadi mata kuliah reguler. “Diharapkan mahasiswa bisa menguasai tiga bahasa, Indonesia, Arab dan Mandarin,” harapnya.

• Baca: Teliti Ideologi Kitab Kuning, Peneliti Muda NU Raih Doktor

Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi mengapresiasi kerjasama ini. Dia mengaku selama dua tahun hidup di Surabaya, baru pertama kali ini UINSA menyediakan pusat studi tersebut.

“Baru kali ini ada research center mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok, dan saya di sini diperkenalkan oleh Pak Bambang selaku Ketua Yayasan H Muhammad Cheng Ho dan Wakil Rektor UINSA. Kami turut mengapresiasi hal ini,” terangnya.

» Baca Berita Terkait UINSA Surabaya, Kampus