Ada Masjid Al Aqsha, Yasonna Sayangkan Retaliasi Israel

TEMPAT SUCI: Masjid Al Aqsa, salah satu masjid suci umat Islam yang terletak di Yerusalem. Masjid Al Aqsha. | Foto: Ist
TEMPAT SUCI UMAT ISLAM: Masjid Al Aqsha, salah satu masjid suci umat Islam yang terletak di Yerusalem. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly masih membicarakan dengan lintas kementerian terkait pelarangan turis asal Indonesia masuk ke Israel.

“Baik dengan BIN, utamanya dengan Kemenlu dan Kemenkumham, dalam hal ini Direktorat Jenderal Imigrasi,” katanya di sela acara Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan di Surabaya, Minggu (3/6).

Meski demikian, Yasonna juga menyayangkan retaliasi (tindakan balasan) tersebut, karena di Israel ada tempat penting untuk beribadah seperti Masjid Al Aqsha.

• Baca: Protes Trump, Forum Dai Muda Dukung Langkah Jokowi

“Bahwa kami menolak sejumlah visa warga Israel, ya. Alasannya kenapa, biarkan kami yang mengetahui, hal ini bukan untuk diketahui publik. Tapi kami menyayangkan kebijakan retaliasi Israel,” paparnya.

Seperti diketahui, setiap tahun umat Islam dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, mengunjungi Masjid Al Aqsha dengan visa khusus. Selain itu, umat Kristen Indonesia juga melakukan ziarah ke Yerusalem.

Namun pemerintah Israel melarang turis Indonesia masuk ke Israel per 9 Juni 2018. Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai bentuk balasan atas pelarangan turis Israel masuk ke Indonesia.

• Baca: Remisi Lebaran, Menkumham: Belum, Masih Dihitung!

“Israel berupaya untuk mengubah kebijakan Indonesia, tapi langkah yang kami lakukan sepertinya gagal, hal itu mendorong kami melakukan tindakan balasan,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel,  Emmanuel Nahshon.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, penolakan visa warga negara Indonesia (WNI) oleh Israel tidak perlu menjadi polemik.

Menurutnya, hal itu konsekuensi tindakan Indonesia yang mendukung penuh terwujudnya kemerdekaan Palestina dan melarang warga Israel masuk ke Indonesia. “Indonesia sampai sekarang masih konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.