7 Tahun Lawan Tumor, Sembuh di Tangan 14 Dokter Spesialis

PASCA OPERASI: dr Wiyono Hadi memberikan penjelasan terkait proses penanganan operasi sulthan. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
PASCA OPERASI: dr Wiyono Hadi memberikan penjelasan terkait proses penanganan operasi sulthan. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

Melibatkan 14 dokter spesialis, tim RS Pelindo Husada Citra berhasil mengangkat tumor selaput otak yang menggerogoti bocah kelas 5 SD selama tujuh tahun.

SENYUM Sulthan Mahudin mengembang saat tim dokter Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (RS PHC) memperkenalkan bocah 14 tahun asal Tanoh Dapet, Celala, Aceh Tengah itu kepada awak media, Selasa (27/3).

Tujuh tahun menderita orbital meningioma sinistra atau tumor yang berasal dari selaput otak, kini dia terbebas dari penyakit tersebut setelah diangkat tim dokter spesialis RS PHC.

Menurut Ketua Tim Operasi, dr Wiyono Hadi, dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) bocah kelas 5 SD itu didiagnosa menderita orbital meningioma sinistra stadium satu.

• Baca: Gedung Ruang Saraf RSAL Ambruk, 4 Pasien Luka Robek

“Tumor jenis ini mempunyai sifat jinak dan tumbuhnya lambat. Jika dibiarkan, tumor ini berpotensi terus membesar dan membahayakan organ-organ lainnya,” terang Wiyono yang juga dokter spesialis THT di RS PHC.

Sementara Direktur RS PHC, dr Agus Akhmadi menjelaskan, Sulthan mulai mejalani perawatan sejak 16 Februari 2018 untuk melakukan sejumlah prosedur medis.

“Langkah pertama adalah pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) berupa prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ,” terang Agus.

Langkah kedua, lanjutnya, pemeriksaan biopsi berupa pengambilan sampel jaringan atau sel untuk dianalisis di laboratorium. Dan ketiga, embolisasi tumor dan operasi debulking (pembedahan dan pengurangan massa tumor pada mata).

• Baca: Bahaya! 80 Persen RS Tanpa Alat Pengolahan Limbah Medis

Embolisasi tumor adalah prosedur bedah minimal invasif yang bertujuan menghentikan suplai aliran darah ke tumor. “Sehingga meminimalisir terjadinya perdarahan saat operasi berlangsung,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara komprehensif, kata Agus, baru dilakukanlah operasi debulking pada 8 Maret 2018. Operasi pengangkatan tumor dilakukan tim dokter yang dipimpin Wiyono Hadi.

Tim ini melibatkan 14 dokter spesialis lainnya dari berbagai Staf Medis Fungsional (SMF). Mereka di antaranya SMF Mata, SMF THT, SMF Patologi Anatomi dan SMF Bedah Syaraf. Operasi yang berlangsung kurang lebih sembilan jam itu juga dibantu 12 perawat kamar operasi dan anaestesi.

Buah Program CSR

Pasca operasi, Sulthan dirawat di Ruang ICU selama dua hari. Saat kondisinya sudah dinyatakan stabil, dia dipindah di ruang rawat inap dan hari ini diizinkan pulang ke kampung halamannya di Aceh Tengah. Untuk proses rehabilitasi, rencananya akan dilakukan di RS yang ada di kampung halamannya.

Jemalim (45), ayah Sulthan mengaku berterima kasih atas bantuan PT Pelindo III yang telah membiayai pengobatan putranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kondisi penglihatan Sulthan awalnya sulit melihat karena efek penekanan syaraf mata kiri yang terkena tumor. Setelah dilakukan operasi, sekarang berangsur membaik,” ungkapnya.

• Baca: Cegah Kasus Debora di Jatim, Dinkes Dorong Akreditasi RS

Sementara Human Capital and General Affairs Director Pelindo III, Toto Heli Yanto mengatakan, penanganan kasus Sulthan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan melalui progam CSR Bina Lingkungan.

PT Pelindo III sebagai BUMN merupakan bagian dari pemerintah dalam upaya peduli masyarakat. “Kementerian BUMN melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri meminta seluruh BUMN untuk turut menyejahterakan masyarakat dari Sabang sampai Merauke,” tandas Toto.