50 Grup Rebana se-Pantura Bershalawat Nabi di Tepi Pantai

PENTAS SERIBU REBANA: Peringatan Maulid Nabi yang digelar MWCNU Paciran Lamongan di Ponpes Maslakul Huda, Dengok. | Foto: Barometerjatim.com/WINNIE DIOVA
PENTAS SERIBU REBANA: Peringatan Maulid Nabi yang digelar MWCNU Paciran Lamongan di Ponpes Maslakul Huda, Dengok. | Foto: Barometerjatim.com/WINNIE DIOVA

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Suasana pantai di Desa Dengok, Kecamatan Paciran, Lamongan, Rabu (28/11) malam, berubah ramai dengan lantunan shalawat nabi.

50 grup rebana dari wilayah Pantura Lamongan, Tuban dan Gresik — di antaranya Ahsanun Nidhom, Al Musthofa, Al Mashabi, Kanzul Karomi dan Al Muhibbin — unjuk kepiawaian dalam acara “Pentas Seribu Rebana”.

Acara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dan Maulid Nabi Muhammad Saw di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes)  Maslakul Huda, Dengok ini digelar pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paciran.

• Baca: Diiringi Gerimis, MWCNU Paciran Gelar Kirab 21 Ribu Santri

Pengasuh Ponpes Maslakul Huda, KH Ahmad Masruri mengaku bangga dengan rangkaian kegiatan HSN yang selalu menyedot antusiasme massa santri serta warga sekitar.

“Saya sangat bangga,” kata Kiai Masruri yang juga Ketua Tanfidziyah MWCNU Paciran.

Sukses acara ini, menurutnya, tak terlepas dari sentuhan ‘tangan dingin’ Gus Syahrul Munir selaku ketua panitia, dibantu Ahmad Farid (sekretaris) bersama semua panitia yang kompak dalam bekerja.

• Baca: Kisah Ahli Ibadah yang Selalu Mimpi Masuk Neraka

Suasana semakin khidmat dengan mauidhoh hasanah yang diisi Rais Syuriyah MWCNU Paciran, KH Abdul Ghoni. Dalam ceramahnya, dia berharap semua yang hadir tercatat sebagai umat Nabi Muhammad Saw dan kelak mendapat syafaatnya.

Acara malam itu kemudian dipungkasi dengan doa mauliddiba’ yang disampaikan KH Abdul Lathif dari Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji, Paciran.

Sementara Gus Syahrul Munir menuturkan, kegiatan malam itu bukan yang terakhir, karena pertengahan Desember 2018 masih ada rangkaian acara yang akan menghadirkan seniman nasional, Candra Malik sekaligus dirangkai dengan haul Gus Dur.

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama, Lamongan