4 Srikandi Politik Tanah Air Versi The Initiative Institute

4 PEREMPUAN SUPER: (Dari kiri) Sri Mulyani Indrawati, Khofifah Indar Parawansa, Susi Pudjiastuti dan Retno Marsudi | Foto: IST/Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
4 PEREMPUAN SUPER: (Dari kiri) Sri Mulyani Indrawati, Khofifah Indar Parawansa, Susi Pudjiastuti dan Retno Marsudi | Foto: IST/Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Peran perempuan hanya di balik layar? Itu dulu! Saat ini bahkan sudah beralih ke garda terdepan. Perempuan yang semula sebatas sub ordinat, kini justru menjadi aktor utama dalam kegiatan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam politik.

Ya! Kebangkitan perempuan — istilah kekiniannya The Power of Emak-emak — dalam bidang politik di era milenial, memang cukup fenomenal dan mewarnai laju roda pemerintahan.

“Ini bukan sekadar emansipasi, tapi kebangkitan perempuan,” tandas Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman dalam dialog bertema Kepemimpinan Srikandi-Srikandi dalam Panggung Politik di Gedung A FISIP Unair, Kamis (19/7).

• Baca: Ketua PWNU Jatim: Bu Khofifah Pemimpin Berpengalaman

“Peran para perempuan saat ini sangat signifikan. Mereka yang awalnya hanya sub ordinat atau unsur pendukung, berubah menjadi pemeran utama sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan,” tambah pengamat yang juga CEO The Initiative Institute itu.

Dari sekian perempuan super, The Iniatiative Institute melihat dan mengamati ada empat tokoh yang kiprahnya sangat mewarnai dalam kehidupan bermasyarakat. Kiprah mereka juga selalu menyedot perhatian dan menjadi konsumsi berita publik.

Mereka yakni Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Susi Pudjiastuti  (Menteri Kelautan dan Perikanan) dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim terpilih).

• Baca: Rektor Unair Minta Khofifah Agar Bekerja “Serba Luar Biasa”

“Keempat figur ini sudah terbukti kapabilitas dan pengaruhnya dalam dunia politik. Namun Khofifah punya nilai plus karena memiliki basis massa,” imbuh dosen FISIP Unair tersebut.

Sementara Dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya, Dwi Astuti menjelaskan, kebangkitan perempuan dalam politik — khususnya di Jawa Timur — sangat terasa pada Pilkada serentak 2018.

Terbukti dari 18 Pilkada di Jatim plus Pilgub, ada tujuh perempuan yang terpilih menjadi kepala daerah. Satu di antaranya Khofifah Indar Parawansa yang terpilih menjadi Gubernur Jatim periode 2019-2024.

Power Muslimat NU

PANGGUNG POLITIK PEREMPUAN: Dialog Kepemimpinan Srikandi-Srikandi dalam Panggung Politik di Gedung A FISIP Unair, Kamis (19/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PANGGUNG POLITIK PEREMPUAN: Dialog Kepemimpinan Srikandi-Srikandi dalam Panggung Politik di Gedung A FISIP Unair, Kamis (19/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Dwi menambahkan, mayoritas perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah berasal dari Ormas Muslimat NU. Selain Khofifah, mereka yakni Ketua PC Muslimat NU Jombang, Munjidah Wahab yang sebelumnya wakil bupati menjadi bupati Jombang.

Lalu Bendahara PC Muslimat NU Kota Mojokerto, Ita Puspita Sari terpilih menjadi wali kota Mojokerto. Berikutnya Sekretaris IV PP Muslimat NU, Ana Mu’awanah terpilih menjadi bupati Bojonegoro.

Di level wakil kepala daerah, Ketua PC Muslimat NU Kota Kediri, Lilik Muhibah terpilih kembali menjadi wakil wali kota Kediri. Jumlah itu semakin banyak bila dihitung dengan kader Muslimat NU yang terlebih dahulu memimpin, di antaranya Ketua PC Muslimat NU Lamongan, Kartika Hidayati sebagai wakil bupati Lamongan.

• Baca: Pengamat: Tak Perlu Menggebu-gebu, Cool saja Bu Risma!

Karena itu, kata Dwi, bisa disimpulkan kebangkitan perempuan berdampak positif pada kebangkitan Muslimat NU. Hal itu dinilai Dwi tak lepas dari peran Muslimat NU sebagai Ormas perempuan berbasis NU yang concern pada kegiatan pemberdayaan perempuan.

“Kebangkitan perempuan dalam kancah politik di Jawa Timur juga merupakan kebangkitan Muslimat NU, yang tak lepas dari Khofifah effect,” tandasnya.