4.920 Positif Corona di Jatim, 1,75 Persen Anak di Bawah 5 Tahun

HIDUP SEHAT: Anak-anak lebih aman dari Corona karena lebih banyak di rumah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
HIDUP SEHAT: Anak-anak lebih aman dari Corona karena banyak tinggal di rumah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dibanding pria dewasa — terutama usia 40-49 tahun — dari total 4.920 positif Corona (Covid-19) di Jatim, anak di bawah lima tahun yang terjangkit relatif sedikit: 1,75 persen.

“Yang kita lihat di sini anak-anak yang kurang dari lima tahun. Jadi kalau kita lihat persentasenya memang kecil, kira-kira 1,75 persen. Mungkin karena memang anak-anak ya di rumah saja,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dokter Joni Wahyuhadi, Senin (1/6/2020) malam.

Sedangkan terjangkit terbanyak berdasarkan usia, yakni mereka yang berumur 40-49 tahun. “Jadi kalau di luar negeri yang banyak itu di atas umur 60. Tapi kita tidak, kelihatannya umur 40-49 tahun itu yang paling tinggi,” ucapnya.

Sementara dari tabulasi data, lanjut Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, secara demografi laki-laki lebih banyak diserang Corona (54 persen) ketimbang perempuan (46 persen).

“Mungkin laki-laki banyak yang enggak social distancing. Memang belum ada penelitian pengaruh hormon terhadap penyakit Covid-19 ini,” katanya.

Bagaimana dengan usia 40 tahun ke bawah? Menurut Joni lebih kecil peluangnya dijangkiti Corona, mengingat imunitas tubuhnya masih baik. “Walaupun lebih banyak di luar rumah, tapi imunologinya lebih bagus,” katanya.

Joni lantas menjabarkan, ilmu seseorang menderita penyakit itu ada tiga. Yakni host (manusia), agent (kuman) dan environment (lingkungan). Ketiganya saling berinteraksi.

“Pada Covid-19, host-nya juga bertindak sebagai pembawa. Jadi bisa carrier, bisa host, bisa yang sakit juga pembawa,” terangnya.

“Nah ini yang agak susah. Makanya penularannya lewat manusia ke manusia, pembawanya manusia,” sambung dokter yang gaya bicaranya datar dan suka blak-blakan tersebut.

Beda kalau pembawanya nyamuk seperti DHF (Dengue Haemorrhagic Fever) atau DBD (Demam Berdarah Dengue), cukup disemprot bisa hilang.

“Tapi kalau pembawanya manusia ya manusianya disemprot pergi, tidak hilang, pergi mencari yang lain, makanya harus diisolasi,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona