Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

3 Tahun Khofifah-Emil, SSC: Jatim Kondusif tapi Belum Terlihat Banyak Terobosan!

Berita Terkait

SEPI TEROBOSAN: Mochtar W Oetomo, belum banyak melihat terobosan di tiga tahun kepemimpinan Khofifah-Emil. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SEPI TEROBOSAN: Mochtar W Oetomo, belum melihat banyak terobosan di tiga tahun Khofifah-Emil. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo menilai Jawa Timur relatif kondusif dalam tiga tahun kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

“Jatim relatif stabil, kondusif. Tidak ada konflik sosial politik yang relatif berarti, tidak ada kejadian-kejadian yang relatif berarti. Secara umum bisa dibilang kondusif, stabil,” katanya, Selasa (22/2/2022).

Sebenarnya, lanjut Mochtar, ekspektasi publik terhadap kepemimpinan tidak terlalu muluk-muluk. Asal bisa bekerja dengan tenang, mencari makan dengan tenang, mencari penghidupan dengan tenang, bersosialisasi, beribadah dengan tenang, maka rata-rata tingkat kepuasannya tinggi.

“Dari beberapa survei yang kita lakukan, sampai hari ini kepuasan publik Jatim terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil relatif masih bagus, rata-rata di kisaran angka 70 persen. Artinya, masih di atas tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan pusat,” terangnya.

Itu secara umum. Tapi, ucap Mochtar, ekspektasi publik Jatim terhadap Khofifah-Emil sangatlah tinggi karena melihat berbagai latar belakang keduanya. Khofifah merupakan politikus kawakan, senior, berpengalaman menjadi menteri, levelnya nasional, serta dukungan akar rumput terutamna Muslimat NU sangat tinggi.

Begitu pula dengan Emil yang memiliki latar belakang pendidikan moncer, menterang, serta lulusan luar negeri. Selama kampanye juga terlihat sangat cerdas, sangat cakap.

“Tentu membuat ekspektasi publik sangat tinggi terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil, untuk bisa melakukan percepatan-percepatan bagi Jatim dalam berbagai bidang,” katanya.

Nah, tandas Mochtar, itu yang belum banyak dilihat publik. Terobosan-terobosan, percepatan-percepatan, akselerasi yang bersifat progresif, belum banyak dilihat, belum banyak dinikmati publik, masyarakat Jatim.

“Ya tentu pandemi Covid-19 akan selalu menjadi alasan bagi banyak kepemimpinan pemerintahan daerah untuk sulit melakukan akselerasi, langkah yang progresif,” katanya.

Tapi sebenarnya, lanjut Mochtar, di sinilah kualitas kepemimpinan terlihat. Sebuah kualitas kepemimpinan terukur pada situasi-situasi yang sulit, kritis, penuh dengan problem.

“Hemat saya justru di tengah suasana pandemi Covid-19 ini, mestinya Khofifah-Emil bisa menunjukkan kapasitasnya yang selama ini menjadi ekspektasi publik,” ujarnya.

“Tapi itu secara umum belum bisa dilihat oleh publik, terlepas dari beberapa keberhasilan Pemprov Jatim terhadap beberapa indeks dan ukuran pembangunan,” imbuhnya.

Lagi pula, soal indeks investasi, kesehatan, kemiskinan, tidak terlalu dipahami masyarakat. “Jadi apa yang ingin dilihat masyarakat, itu apa yang betul-betul bisa dilihat, menyentuh dirinya,” tuntas Mochtar.

» Baca berita terkait Khofifah. Baca juga tulisan terukur lainnya Retna Mahya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -